Beritaibukota.com,PARIWISATA – Pemprov Kepri telah berhasil mempercantik kawasan Jalan Merdeka Tanjungpinang. Kini Kota lama itu jauh lebih menawan, mempesona dan instagramable.
Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad berhasil memoles kawasan itu dari yang dulunya kelihatan sudah tidak terawat menjadi kawasan sedemikian cantik, estetik dan terkesan heritage, serta layak menjadi salah satu kawasan strategis pariwisata masyarakat kota Tanjungpinang.
Polesan kawasan kota lama itu juga mendapat perubahan dari sebelumnya. Jika dulu warga yang datang jarang singgah di tempat itu, justru sekarang banyak warga yang menikmati keindahan tempat itu.
Bahkan dapat di lihat dengan ramainya masyarakat yang tidak hanya sekedar memanfaatkan sepanjang kawasan kota lama jalan Merdeka sebagai tempat berbelanja, namun juga tempat melepas penat sambil duduk-duduk santai serta bersenda gurau bersama keluarga atau sahabat.
Tampak ramai masyarakat menyusuri sepanjang kawasan kota lama jalan Merdeka Tanjungpinang sambil menikmati suasana heritage yang tercipta serta merasakan berbagai fasilitas yang ada.
Ketika hari berganti malam, warna- warni lampu menghias indah, dan membuat kesan kota lama semakin menjadi lebih mempesona. Goresan pural juga tampak terukir rapi disudut dinding ruko di jalan merdeka menambah daya tarik tersendiri.
Di kawasan itu juga ada Lorong Bintan. Lorong tersebut punya sejarah masa lalu yang sudah dikenal sejak berdirinya Kerajaan Riau-Lingga.
Lorong Bintan ini dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang berkunjung ke kota Tanjungpinang. Destinasi ini dikelola oleh kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Bertuah dan Cermin Indah yang tergabung dalam Studio dan Cafe Anggrek. Begitu banyak spot foto di lorong Bintan.
Datang ke lorong ini akan ada pemandangan lukisan mural yang diluksi di dinding-dinding rumah masyarakat di lorong Bintan. Mural ini menggambarkan tentang kehidupan sosial masyarakat Tionghoa tempo dulu sampai sekarang.
“Pengunjung bisa berpose seolah-olah berada pada masa lalu dengan memakai baju tradisional Tionghoa seperti cheongsam dan hanfu, yang kita sewakan.
“Cukup membayar Rp25 ribu, kita bisa berfoto dan bergaya dengan nuansa kehidupan masyarakat china tempo dulu,” ungkap Melly dilansir dari laman pemkotanjungpinang.
Selain itu, ada cafe studio anggrek. Di cafe ini kami menawarkan berbagai kuliner khas Tionghoa seperti dimsum, gyoza, dan ada juga makanan lokal yang kita kreasikan yaitu nasi goreng gonggong.
Kemudian, ada tradisi minum teh. Tea Cina kita disediakan dalam satu teapot dan dapat dinikmati bersama. Tradisi ini cocok untuk suasana kebersamaan bersama keluarga maupun teman.
“Menu yang disajikan ini menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan, yang menurut saya belum ada,” pungkasnya.
Studio dan cafe anggrek buka setiap hari, mulai pukul 10.00 WIB hingga 22.00 WIB, berlokasi di Jalan Merdeka kota lama. Di sini, kami juga menyediakan tempat untuk rapat, podcast, dan juga green screen yang bisa digunakan untuk manuangkan ide-ide kreatif masyarakat maupun mahasiswa,
“Kami juga ada toko belanja oleh-oleh makanan khas Tanjungpinang, yang bisa dibawa pulang wisatawan ke daerahnya,” tambah Melly.
Plt Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Heri Mokhrizal mengatakan dengan cantiknya kota lama jalan Merdeka Tanjungpinang ini diharapkan tak hanya menunjang pertumbuhan ekonomi di kota Tanjungpinang tapi juga meningkatkan pariwisata di ibukota Provinsi Kepri.
Apalagi sektor pariwisata adalah salah satu andalan yang dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah dan masyarakat.
Heri mengatakan Gubernur Kepri di tahun 2023 kembali akan melanjutkan merevitalisasi kawasan kota lama. Revitalisasi akan dimulai dari jalan Tengku Umar hingga simpang KFC , Gereja Ayam hingga ke sekitar kawasan mesjid Raya Tanjungpinang.
“Dengan begitu kawasan itu akan semakin menarik untuk dikunjungi dan bisa menarik minat wisatawan untuk datang ke Tanjungpinang,” kata Heri.
Penulis : beritaibukota.com
editor : redaksi



