Beritaibukota.com,KESEHATAN – Temulawak, sebuah tanaman asli Indonesia, baru-baru ini ditetapkan sebagai tanaman obat unggulan. Penetapannya juga dilakukan bersamaan dengan Hari Kesehatan Nasional ke-59. Pengumuman ini disampaikan dalam pameran alat kesehatan dan farmasi di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta. Pemerintah Indonesia memberikan penghormatan kepada temulawak sebagai bahan baku obat yang berpotensi untuk meningkatkan kemandirian negara dalam produksi obat.
Wakil Presiden Republik Indonesia, Ma’ruf Amin, yang membuka pameran tersebut, mengungkapkan kegembiraannya terhadap penetapan ini. Beliau melihatnya sebagai langkah besar bagi Indonesia dalam mendukung kemandirian dalam bahan baku obat di Tanah Air.
“Saya menyambut gembira karena temulawak dinobatkan sebagai tanaman obat unggulan Indonesia. Semoga ini menjadi langkah yang baik untuk mendukung pencapaian kemandirian farmasi dalam negeri,” kata Wapres dilansir dari laman kemkes.go.id.
Dengan penetapan ini, Wakil Presiden meminta agar pengembangan dan pengelolaan temulawak sebagai obat tradisional unggulan Indonesia tetap menjaga mutu dan kualitas, sehingga aman dikonsumsi oleh masyarakat.
Beliau juga menginginkan agar produk obat tradisional Indonesia lainnya yang sudah terstandarisasi terus dipromosikan dan dikembangkan agar dapat bersaing dengan produk sejenis dari negara lain, seperti ginseng dari Korea Selatan.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa penetapan temulawak sebagai tanaman obat tradisional unggulan Indonesia didasarkan pada banyaknya kandungan yang terdapat di tanaman tersebut. Beberapa kandungannya mencakup zat besi, vitamin, kalsium, sodium, dan asam folat. Selain itu, temulawak juga mengandung banyak zat aktif, salah satunya adalah kurkuminoid, yang berkhasiat untuk mencegah berbagai penyakit hati, termasuk fatty liver, sirosis, bahkan kanker hati.
“Penyakit fatty liver itu pengobatannya susah, tapi ada tanaman Indonesia yang bisa mengobati. Karena itu butuh antioksiden yang bernama Kurkumin,” ujar Menkes.
Menkes berharap bahwa dengan penetapan ini, upaya pengembangan dan riset kandungan dalam tanaman temulawak akan terus dilakukan untuk memberikan manfaat kesehatan yang lebih besar.
Dia juga berharap bahwa dalam perkembangan riset mengenai temulawak sebagai bahan baku obat, sektor farmasi akan membantu mempromosikan produk ini secara aktif, sehingga dapat dikenal secara luas, bukan hanya di tingkat nasional, tetapi juga di tingkat global.
Selain penetapan temulawak sebagai obat tradisional unggulan Indonesia, Kementerian Kesehatan juga berkerjasama dengan Kementerian Kesehatan untuk meningkatkan konsumsi jamu pada masyarakat. Kerja sama ini diperkuat dengan terbitnya Peraturan Presiden tentang Pengembangan dan Pemanfaatan Jamu.
“Dalam rangka kemandirian kesehatan, obat-obatan tradisional asli Indonesia kita dorong. Mudah-mudahan dengan peluncuran Perpres ini, semakin banyak masyarakat Indonesia yang mengkonsumsi jamu,” tutup Menkes.
penulis : beritaibukota.com
editor : redaksi



