Kamis, April 16, 2026
BerandaTanjungpinangGerakan WASH & Reboisasi Bakau: Langkah Nyata Tanjungpinang Wujudkan Lingkungan Sehat

Gerakan WASH & Reboisasi Bakau: Langkah Nyata Tanjungpinang Wujudkan Lingkungan Sehat

Beritaibukota.com,TANJUNGPINANG – Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza, menghadiri acara peresmian Proyek WASH (Water, Sanitation, Hygiene) dan penanaman bakau yang diselenggarakan oleh Yayasan Loola Komunitas pada Selasa (25/03/2025).

Acara ini diresmikan secara simbolis oleh Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, yang diwakili oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kepri, Hendri.

Hadir mendampingi Wakil Wali Kota, Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Elfiani Sandri, Kepala DLH Kota Tanjungpinang, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, serta Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan.

Dalam sambutannya, Raja Ariza menyampaikan apresiasi atas inisiatif Yayasan Loola Komunitas dalam mendorong pelestarian lingkungan melalui proyek WASH dan rehabilitasi mangrove.

“Kami sangat mengapresiasi Yayasan Loola Komunitas yang telah menghadirkan program WASH di wilayah ini. Ketersediaan air bersih, sanitasi yang layak, serta edukasi kebersihan sangat penting bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat. Ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Tanjungpinang dalam mendukung rehabilitasi ekosistem pesisir.

“Mangrove memiliki peran vital dalam mencegah abrasi, menjaga ekosistem pantai, dan menjadi habitat biota laut. Kami akan terus mendorong upaya konservasi bakau di Tanjungpinang,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala DLH Provinsi Kepri, Hendri, menekankan pentingnya kolaborasi multipihak dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Proyek WASH tidak hanya menyediakan akses air bersih dan sanitasi, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kebersihan lingkungan. Kami berharap program ini berkelanjutan dan memberi manfaat jangka panjang,” ujarnya.

Hendri juga mengumumkan rencana penanaman 1.000 bibit mangrove di Senggarang Besar pasca-Lebaran.

“Ini merupakan langkah nyata kami dalam menjaga ekosistem pesisir dan mendukung keberlanjutan lingkungan,” jelasnya.

Acara ditutup dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara pemerintah, Yayasan Loola Komunitas, dan pihak terkait untuk memastikan keberlanjutan program. MoU ini menjadi landasan sinergi lebih kuat dalam pelaksanaan proyek WASH dan rehabilitasi mangrove di Tanjungpinang.

penulis : beritaibukota.com

editor   : redaksi

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses