Sabtu, Mei 25, 2024
BerandaTanjungpinangAngka Penderita HIV di Tanjungpinang Meningkat

Angka Penderita HIV di Tanjungpinang Meningkat

Beritaibukota.com,TANJUNGPINANG Penyakit Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan penyakit menular mematikan yang sampai saat ini belum ditemukan obatnya. Penularannya bisa terjadi dari jarum suntik, berhubungan badan dan penularan ibu ke anak dan sebagainya yang berkaitan dengan darah.

Meskipun penyakit ini mematikan, masih banyak juga masyarakat yang tidak mengindahkannya. Hal ini terlihat dari masih banyaknya kasus HIV di beberapa daerah. Seperti halnya di Tanjungpinang. Data Oktober 2021, jumlah penderita HIV di Tanjungpinang sudah mencapai 77 kasus. Angka ini mengalami kenaikan jika dibandingkan dari tahun 2020 yang hanya 68 kasus.

Dari angka tersebut bisa terlihat ada kenaikan sebanyak 9 kasus. Angka itu diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang. Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular di Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, Novi Herliana juga membenarkan hal tersebut dan mengatakan kasus (HIV) selama 2021 ini mengalami peningkatan.

“Saat ini sudah 77 kasus. Bahkan terdapat 27 kasus merupakan LSL atau Laki-laki Suka Laki-laki. Lebih sering disebut Gay atau homoseksual,” kata Novi, dikutip dari harian kepri, Rabu (1/12).

Selain Gay, mereka yang terinveksi HIV merupakan pelanggan atau orang yang kerap berhubungan dengan Pekerja Seks Komersial (PSK). Jumlahnya sebanyak 24 kasus HIV. Sementara sisanya merupakan kategori pasangan yang suah mengidap HIV yang menularkan ke pasangannya.

Pemutusan rantai penularan HIV tidak mudah dilakukan. Novi mengatakan kunci utamanya bukan di dinas kesehatan atau instansi terkait yang menangani HIV. Kunci utama terletak di masyarakat sendiri yang harus bisa menceganya.

Dalam hal ini Dinas Kesehatan hanya bisa melakukan penyuluhan dan himbauan ke masyarakat atau sekolah-sekolah untuk bisa memahami efek dan resiko dari penyakit HIV.

“Masyarakat juga diharapkan tidak mengucilkan mereka yang sudah terkontaminasi. Mereka harus diberi semangat. Apalagi penyebarannya tidak melalui udara. Jadi bisa tetap berhubungan sosial dengan mereka,” kata Novi. (ko)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.