Minggu, Juni 23, 2024
BerandaBatamBrigjen TNI Jimmy Tinjau Langsung Kedatangan 224 Pekerja Migran Indonesia di Pelabuhan...

Brigjen TNI Jimmy Tinjau Langsung Kedatangan 224 Pekerja Migran Indonesia di Pelabuhan Internasional Batam

Beritaibukota.com,BATAM – Dansatgassus Perlintasan PMI Kepri, Komandan Korem 033/Wira Pratama Brigjen TNI Jimmy Ramoz Manalu, S.Hub., Int., di dampingi Dandim 0316/Batam Letkol Kav Sigit dan Kapenrem 033/WP Mayor Inf Reza melaksanakan peninjauan kedatangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Indonesia melalui pelabuhan Batam Center, Rabu (8/12).

Berdasarkan hasil laporan petugas penanganan PMI dilapangan tercatat Rabu (8/12) sebanyak 224 orang yang datang dari negara Singapura dan Malaysia. “206 orang dari Malaysia dan 18 orang dari Singapura,” ungkap Kapenrem.

Kapenrem mengatakan sesuai Adendum Surat Edaran (SE) Satgas penanganan Covid-19 No 23 tahun 2021 tentang protokol kesehatan perjalanan internasional yang berlaku mulai tanggal 3 Desember 2021, PMI yang datang akan menjalani 10×24 Jam masa karantina. Selain itu mereka juga harus melaksanakan swab antigen dan Swab PCR pertama di hari kedatangan.

“Harapan kita semua tentu nya agar pandemi Covid-19 ini bisa berakhir, TNI – Polri dan pemerintah selalu berupaya semaksimal mungkin dalam penanganan Covid – 19 di Indonesia, termasuk dalam penanganan Pemulangan PMI ke Indonesia,” kata Kapenrem.

Kapenrem mengatakan Brigjen TNI Jimmy yang mendapat amanah dari gubernur Kepri sebagai Dansatgassus Pemulangan PMI sejak 22 April 2021 kemarin terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi PMI yang datang, sesuai aturan pemerintah tentang protokol kesehatan.

“Situasi RSKI Pulau Galang terkait penanganan Covid 19 saat ini juga dalam keadaan aman dan terkendali dengan jumlah total pasien 43 orang terdiri dari 21 orang pasien laki-laki dan 22 orang dengan okupansi 9,35 %,” kata Kapenrem. (ko)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.