Minggu, Februari 25, 2024
BerandaKepriDikirimin Papan Bunga oleh Nakes, Dirut RSUP RAT sebut Insentif Covid Nakes...

Dikirimin Papan Bunga oleh Nakes, Dirut RSUP RAT sebut Insentif Covid Nakes Pagi ini akan Dibayarkan

Beritaibukota.com, TANJUNGPINANG – Tenaga kesehatan yang bekerja di RSUP Raja Ahmad Thabib di Kepri meluapkan kekecewaan mereka selama kurun waktu 8 bulan ini. Kekecewaan mereka diungkapkan dalam bentuk papan bunga.

Sejak Rabu subuh (16/6) mereka meletakkan tiga karangan bunga berisikan permintaan hak mereka sebagai nakes Covid 19 untuk segera diberikan. Tiga papan bunga ini ditempatkan di di depan RSUP Raja Ahmad Tabib, Kantor Gubernur Kepri dan jalan depan Gedung Daerah.

Papan bunga yang dikirimkan Nakes Kepri karena belum terima insentif covid
Papan bunga yang dikirimkan Nakes Kepri karena belum terima insentif covid

Papan bungan ini sebagai bentuk kekecewaan ketika kewajiban sudah mereka tunaikan merawat pasien Covid- 19 tapi hak mereka sebagai nakes covid 19 belum dipenuhi.

Namun papan bunga ini menjelang pukul 07.00 sudah tidak ada lagi. Informasi yang diperoleh beritaibukota.com perintah itu diberikan langsung oleh Dirut RSUP RAT untuk “menghilangkan” papan bunga.

Salah satu sumber Beritaibukota.com yang identitasnya tidak bisa disebutkan mengatakan siang ini mereka semua dikumpulkan untuk rapat bersama Direktur RSUP RAT untuk membahas permasalahan yang dialami nakes covid RSUD RAT.

Papan bunga itu adalah bentuk kekecewaan soal janji-janji manis insentif yang katanya akan diberikan tapi tak kunjung dibayarkan.

Sumber ini juga mengakui walaupun mereka kecewa tapi mereka tetap semangat kerja karena itu kewajiban yang harus dipenuhi. Mereka tetap bekerja dengan baik walaupun bulan Mei ini kasus melonjak lebih dari 100 persen dari bulan April.

Kepala Dinas Kesehatan Kepri M Bisri hingga berita ini belum bisa dikonfirmasi. Pesan whatsapp maupun panggilan telepon yang dikirimkan tidak bisa tersambung.

Sementara itu Dirut RSUP RAT Yusman Edi mengatakan uangnya sudah turun tadi malam. “Uangnya sudah turun dari Kemenkes ke daerah. Ini kami lagi rapat. Pagi ini akan langsung dibayarkan, ” kata Yusman Edi.

Sementara itu Anggota DPRD Kepri Rudy Chua mengatakan permasalahan itu terjadi bisa saja karena adanya aturan Permenkes sehingga daerah takut untuk mengeluarkan uang. “Coba saya cari tau apa permasalahan sebenarnya, ” kata Rudi Chua . *** (ko)

 

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.