Selasa, Maret 5, 2024
BerandaBatamSoerya "Jangan karena Takut Kehilangan Jabatan, terpaksa Langgar Aturan

Soerya “Jangan karena Takut Kehilangan Jabatan, terpaksa Langgar Aturan

Beritaibukota.com, BATAM – Mantan Wakil Gubernur Kepri, HM Soerya Respationo mengatakan pegawai jangan karena takut kehilangan jabatan jadinya terpaksa menjalankan perintah yang melanggar aturan.

Hal itu disampaikan Soerya di dalam seminar hukum kolaborasi dan sinergitas antara APH dan ASN di Swissbell Hotel Harbourbay, Kota Batam, Rabu (7/4).

Soerya menyampaikan semua instansi harus bersama-sama mencegah tindak pidana korupsi. Menurut pengamatannya sangat banyak aturan hukum sehingga perlu dipertajam agar bisa bekerja dan berjalan dengan baik.

“Intinya kita harus “Berani karena benar, takut karena salah, dan sesuai on the track,” kata Soerya.

Pria yang juga praktisi hukum ini menyampaikan agar pegawai jangan takut mengatakan salah kepada atasan jika yang diperintahkan atasan itu salah. “Jangan siap, siap saja karena takut kena pindah. Padahal Sudah pusing kepala,” kata Romo, sapaan akrabnya.

Sementara itu turut hadir dalam seminar ini yaitu Sekdaprov Kepri H TS Arif Fadillah, Kajati Kepri Hari Setiyono, Kapolda Kepri diwakili Dirkrimsus Polda Kepri Kombes Pol Teguh Widodo, Asintel Kejati Agustian Sunaryo, Aspidsus Kejati Wagiyo dan Asdatun Kejati Alex Sumarna. Hadir juga Sekda Kota Tanjungpinang Teguh Ahmad dan seluruh Kepala OPD Provinsi Kepri.

Arif mengatakan diskusi kali ini bisa disejalankan dengan ide-ide ataupun terobosan-terobosan pimpinan yang dalam pelaksanannya jika ada kendala bisa segera dikonsultasikan ataupun dikoordinasikan sehingga tidak tersangkut masalah di kemudian hari.

Seminar ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang utuh tentang strategi yang efektif dalam upaya pencegahan tindak pidana korupsi di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Karena itu Arif berharap kegiatan ini bisa memberikan bimbingan dan arahan kepada kepala OPD dalam menjalankan program pemerintahan sehingga tidak terjadi pelanggaran dan tersangkut hukum.

Pemerintah daerah dalam menjalankan roda pemerintahan, kata Sekda Arif selalu memerlukan adminstrasi. Agar tidak salah dan benar dalam pekerjaannya membutuhkan pendampingan, masukan, wawasan, dan solusi agar tidak terjadi pelanggaran.

Menurut Arif, seminar ini sangat tepat dilaksanakan dan bila perlu dilakukan evaluasi setiap tiga bulan sekali baik dengan pejabat pembuat komitmennya maupun dengan kontraktor yang melaksanakan proyeknya. Apalagi regulasi dan aturan yang selalu berubah-ubah dapat terus dipahami dan dijalankan sehingga bisa meminimalisir kesalahan.

Sementara itu Kajati Kepri Hari Setiyono yang menjadi Keynote Speak Kejati kembali mengingatkan pesan Presiden RI Joko Widodo pada Korps Adiyaksa. Isinya yakni pertama, jangan beri celah untuk melakukan tindak korupsi, agar kasus korupsi tidak merajalela.

Kedua, keteladanan daripada pemimpin dalam mengayomi bawahannya untuk selalu bekerja dengan baik dan benar. Ketiga, peran serta masyarakat sangat dibutuhkan dalam mencegah korupsi dan Keempat, kembali kepada diri sendiri jangan sampai merugikan pribadi dan keluarga

“Bersama kita cegah upaya-upaya tindakan korupsi agar kedepan kita bisa bekerja lebih baik dan lebih memberi manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat,” kata Kajati. (Rinto)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.