Selasa, Mei 26, 2026
BerandaKepriSatu Tahun Belum Maksimal, Pemprov Kepri Lanjutkan Program Mubaligh Hinterland di Tahun...

Satu Tahun Belum Maksimal, Pemprov Kepri Lanjutkan Program Mubaligh Hinterland di Tahun 2023

Beritaibukota.com,KEPRI – Mubaligh Hinterland di Provinsi Kepri kembali dilanjutkan tahun 2023.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mengatakan program pendidikan dan keagamaan ini dilanjutkan karena tingginya permintaan masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir agar program ini kembali dilanjutkan.

Selain itu, Gubernur Ansar menilai peningkatan akidah serta keimanan masyarakat tetap menjadi prioritas sebagai bagian dari upaya peningkatan sumber daya masyarakat Kepri yang bertakwa.

“Secara pribadi saya juga menerima pendapat dari da’i yang selama ini ditugaskan. Keberadaan da’i masih sangat dibutuhkan oleh warga yang khususnya berada di kawasan pesisir,” kata Ansar Selasa (14/2).

Beberapa hal yang menjadi dasar dilanjutkannya program ini menurut Ansar diantaranya bahwa jangka waktu satu tahun dirasa belum maksimal. Dalam jangka waktu itu belum bisa membentuk pola generasi yang taat.

“Sebagian besar masyarakat di pesisir masih cenderung belum terbiasa dan masih cenderung mengenyampingkan pendidikan, termasuk pendidikan agama. Ini menjadi kekhawatiran bagi kita bersama,” ungkap Ansar.

Dengan pendidikan agama yang dilakukan secara berkelanjutan, tambah Ansar, diharapkan dapat merubah pemahaman masyarakat di pesisir.

Selain itu, keputusan dilanjutkannya Mubaligh Hinterland ini didasarkan atas tingginya permintaan masyarakat pesisir agar program ini dilanjutkan.

“Mereka mengaku senang. Saya memaklumi karena dari beberapa lokasi sasaran beberapa di antaranya ada yang sudah lama tidak memiliki orang yang khusus mengajarkan agama,” sambung Ansar.

Di tahun 2023 ini, Pemprov Kepri melalui Biro Kesra sedang mematangkan program ini. Baik dari sisi jumlah mubaligh yang akan ditempatkan, termasuk daerah sebarannya.

Tahun 2022, dalam Program Mubaligh Hinterland, Pemprov Kepri telah menempatkan sebanyak 50 orang da’i. Total anggaran yang disediakan untuk program ini sebesar Rp2,5 miliar atau masing-masing da’i menerima insentif sebesar Rp4 juta per bulannya.

Selain itu, di tahun yang sama Pemprov Kepri juga mengalokasikan dana melalui anggaran Biro Kesra senilai Rp8 miliar. Dana tersebut sebagai insentif kepada 8000 mubaligh di seluruh kabupaten/kota

Penulis : beritaibukota.com

Editor : redaksi

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses