Jumat, Mei 1, 2026
BerandaBatamMasjid Agung Batam Diberi Nama Masjid Agung Raja Hamidah Kota Batam

Masjid Agung Batam Diberi Nama Masjid Agung Raja Hamidah Kota Batam

*)Penghormatan Sejarah dan Spiritualitas yang Mendalam

Beritaibukota.com,BATAM – Masjid Agung Batam di Batamcenter, yang selama ini menjadi pusat kegiatan keagamaan dan ikon spiritual, akhirnya mendapatkan nama yang sesuai menjadi Masjid Agung Raja Hamidah Kota Batam.

Penamaan ini bukan hanya sekadar label, melainkan sebuah perjalanan panjang yang sarat makna, menyatukan sejarah, tradisi, dan harapan masa depan.

Kisah ini berawal dari perhatian Wali Kota Batam, H Muhammad Rudi (HMR), yang menyadari bahwa masjid agung ini, meski megah, masih belum memiliki nama yang tepat.

Pemikiran ini disambut baik oleh para tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat, hingga muncul nama Raja Hamidah, sosok yang lebih dikenal sebagai Engku Putri, permaisuri Sultan Mahmud Riayat Syah dari Kesultanan Riau-Lingga.

Pemberian nama ini tidak dilakukan sembarangan, melainkan melalui berbagai pertimbangan yang mendalam, baik dari segi agama, sejarah, hingga makna filosofis yang mendalam.

Pertimbangan Syar’i: Dalam syariat Islam, menamai masjid dengan nama seorang wanita tidaklah dilarang, asalkan wanita tersebut memiliki jasa besar bagi agama Islam dan masyarakat.

Contoh-contoh masjid yang dinamai tokoh wanita bisa ditemukan di berbagai tempat, seperti Masjid Aisyah di Tan’im, Mekkah, dan Masjid Zainab di Mesir.

Sosok Raja Hamidah sangatlah layak karena jasa-jasanya dalam memperjuangkan nilai-nilai keagamaan dan kemasyarakatan.

Pertimbangan Geografis: Secara geografis, Masjid Agung Batam terletak di Jalan Engku Putri, nama yang merujuk pada Raja Hamidah sendiri.

Ada ikatan simbolis antara lokasi masjid dan nama yang dipilih, menjadikannya sebagai penghormatan terhadap tokoh besar tersebut.

Pertimbangan Historis: Raja Hamidah, atau Engku Putri, adalah sosok penting dalam sejarah Kesultanan Riau-Lingga.

Sebagai permaisuri Sultan Mahmud Riayat Syah, peranannya dalam menjaga stabilitas kesultanan dan memperjuangkan kepentingan rakyat sangatlah besar.

Nama beliau kini terabadikan dalam salah satu rumah Allah, sebuah penghormatan yang selayaknya diberikan untuk jasanya.

Pertimbangan Sinergis: Di Kota Batam, sudah terdapat Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, yang dinamai sesuai dengan suami Raja Hamidah.

Dengan penamaan Masjid Agung Raja Hamidah, ada harapan sinergi sejarah yang kuat, mempertemukan pasangan dalam sejarah besar Kesultanan Riau-Lingga ini melalui simbol rumah ibadah.

Pertimbangan Filosofis Makna. Jika ditulis dalam bahasa Arab, nama Raja Hamidah berbentuk رجا . .رجا .م ةا berarti penuh harap kepada Allah, sedangkan م ةا berarti orang yang selalu memuji Allah.

Penamaan masjid ini bukan hanya soal nama, tapi lebih dari itu. Ini adalah pengikat sejarah dan harapan, sebuah penghormatan kepada mereka yang berjasa, dan juga pengingat akan betapa besarnya peran spiritual dalam kehidupan masyarakat Batam.

penulis : beritaibukota.com

editor    : redaksi

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses