Rabu, April 15, 2026
BerandaolahragaPSSI Kecam Keras Kontroversi Laga PON Aceh vs. Sulawesi Tengah: Ancaman Sanksi...

PSSI Kecam Keras Kontroversi Laga PON Aceh vs. Sulawesi Tengah: Ancaman Sanksi Berat Menanti

Beritaibukota.com,OLAHRAGA – Kontroversi meletus di lapangan PON XXI Aceh-Sumut 2024 saat laga antara Aceh dan Sulawesi Tengah berakhir dalam kekacauan. Insiden ini berawal dari kepemimpinan wasit Eko Agus Sugih Harto yang penuh kontroversi.

Keputusan-keputusan wasit yang dinilai merugikan, memicu kemarahan pemain Sulawesi Tengah hingga mengakibatkan tindakan tak terpuji. Salah seorang pemain melakukan pemukulan terhadap wasit. Akibatnya, wasit terkapar dan harus dilarikan ke rumah sakit menggunakan ambulans.

Dilansir dari laman pssi.org, menanggapi insiden tersebut, PSSI memberikan reaksi tegas. Dalam keterangan pers yang dikeluarkan pada Minggu (15/9/2024), Ketua PSSI, Erick Thohir, menyatakan kemarahan dan kecamannya terhadap peristiwa ini.

“Ini adalah tindakan yang sangat memalukan. PSSI akan mengusut tuntas kejadian ini dan siap memberikan sanksi terberat kepada semua pihak yang terlibat,” ujar Erick dengan nada penuh penekanan.

Erick menegaskan bahwa PSSI akan melakukan investigasi mendalam terkait kepemimpinan wasit yang dinilai penuh kejanggalan.

“Kami akan memeriksa secara detail setiap aspek dari pertandingan ini, termasuk indikasi ketidakfairan yang ada. Reaksi tidak sportif dari pemain juga akan menerima sanksi yang sangat berat,” katanya.

PSSI bahkan mengancam dengan sanksi larangan seumur hidup bagi wasit dan pihak-pihak lain jika terbukti terlibat dalam pengaturan hasil pertandingan.

Namun, Erick juga menekankan bahwa tidak ada pembenaran bagi pemain untuk melakukan aksi pemukulan.
“Pemukulan ini merupakan tindakan kriminal yang memiliki konsekuensi hukum. Sementara itu, jika terbukti ada pengaturan hasil pertandingan oleh oknum tertentu, kami tidak akan ragu untuk mengambil tindakan hukum,” tambahnya.

PSSI menilai peristiwa ini telah mencoreng kehormatan sepak bola Indonesia yang tengah berusaha untuk memperbaiki citranya.

Untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang, Erick berjanji bahwa hukuman yang akan diberikan akan menjadi salah satu yang paling berat.

“Kami tidak akan mentolerir tindakan yang merusak komitmen fair play. Sanksi ini bukan hanya sebagai hukuman, tetapi juga sebagai pernyataan tegas dari sepak bola Indonesia bahwa kami tidak akan toleransi terhadap praktik yang tidak fair,” tutup Erick.

penulis : beritaibukota.com

editor   : redaksi

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses