Beritaibukota.com,TANJUNGPINANG – Masa kecil H. Lis Darmansyah tak ubahnya kisah perjuangan yang penuh pengorbanan dan tanggung jawab.
Hampir seluruh waktu dan tenaga Lis kecil habis untuk membantu ibunda tercinta, Hj. Siti Halimah Tun Sa’dah Bachry, yang berjuang seorang diri setelah kepergian suaminya, Umar Malin Malelo.
Lis kecil nyaris tak punya waktu bermain. Dari bangku sekolah dasar, ia sudah bangun sebelum subuh. Bukan hanya untuk melaksanakan salat, tapi juga membantu sang ibu yang menggantungkan hidup dari usaha membuat kue.
Hj. Siti Halimah biasa membuat kue hingga dinihari, dan Lis kerap menemani serta membantu.
“Kadang kami baru selesai membuat kue pukul tiga pagi,” kenang Lis, yang kini maju sebagai calon Wali Kota Tanjungpinang berpasangan dengan Raja Ariza (Lis-Raja).
Pagi-pagi buta, tugas utama Lis adalah mengantarkan kue ke warung-warung. Jarak antarwarung yang berjauhan tak menyurutkan langkahnya. Ia harus berpacu dengan waktu agar bisa kembali ke rumah, bersiap-siap untuk sekolah.
Setelah selesai mengantar kue, Lis bergegas sarapan, mandi, lalu berangkat ke sekolah. Namun, tugasnya tidak berhenti di situ. Sepulang sekolah, saat anak-anak lain bermain, Lis justru bekerja sebagai kuli bangunan bersama kakaknya. Semua ini dilakukan demi membantu perekonomian keluarga.
Tantangan lainnya adalah kebutuhan air di rumah mereka yang terletak di kawasan hutan lindung. Letak sumur berada di bawah bukit, sementara rumah keluarga Lis berada di atas. Setiap hari, Lis harus bolak-balik membawa air dari sumur untuk keperluan memasak, mencuci, mandi, dan membuat kue.
“Satu setengah drum air harus saya isi setiap hari. Kadang sampai tengah malam baru selesai,” ujar Lis.
Tubuh kecilnya hanya mampu memikul beberapa liter sekali jalan. Dengan medan yang curam, ia sering kali harus berhenti untuk mengatur napas. Bahkan, ada kalanya Lis masih sibuk mengangkat air ketika teman-temannya sudah berangkat sekolah.
“Sampai sekarang, sumur itu masih ada. Setiap lewat sana, saya selalu teringat perjuangan dulu. Kenangan itu tak pernah hilang,” tambahnya.
Kondisi sulit ini menempa Lis dan keluarganya menjadi pribadi yang tangguh. Ia tidak hanya bekerja keras, tapi juga belajar bertanggung jawab sejak usia dini. Ketika Lis mengangkat air, adik angkatnya mencuci pakaian di sumur. Semua anggota keluarga punya peran masing-masing.
“Dari kecil, kami sudah terbiasa bekerja. Itulah yang membuat kami mandiri,” tutur Lis.
*) Inspirasi bagi Generasi Muda
Kisah masa kecil Lis adalah cerminan perjuangan tanpa kenal lelah. Kesulitan demi kesulitan yang ia hadapi telah membentuknya menjadi sosok pemimpin yang tangguh dan visioner. Prinsip hidup yang ia pegang hingga kini adalah bekerja keras dan berbuat untuk masyarakat.
Dalam setiap programnya, Lis selalu menekankan kebijakan yang pro rakyat, sebuah cerminan dari masa kecilnya yang penuh perjuangan. Dengan pengalaman hidup yang penuh warna, Lis menginspirasi generasi muda untuk tidak takut menghadapi tantangan.
“Kesulitan itu mendidik saya menjadi pribadi yang tahan banting. Kurang tidur sudah jadi bagian hidup sejak kecil,” pungkasnya. **Lis-Raja**, pasangan yang menawarkan harapan baru bagi Tanjungpinang, membawa cerita penuh inspirasi dan bukti keteguhan hati seorang pemimpin.
penulis : beritaibukota.com
editor : redaksi



