Kamis, April 16, 2026
BerandaKesehatanJelang Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia 2025: Kemenkes Luncurkan Kampanye GIATKAN untuk Akhiri...

Jelang Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia 2025: Kemenkes Luncurkan Kampanye GIATKAN untuk Akhiri TBC di Indonesia

Beritaibukota.com,KESEHATAN – Dalam rangka memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia (HTBS) yang jatuh setiap tanggal 24 Maret, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menguatkan komitmen dalam upaya eliminasi Tuberkulosis (TBC) melalui kampanye GIATKAN: Gerakan Indonesia Akhiri Tuberkulosis dengan Komitmen dan Aksi Nyata.

Hal ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.03/C/376/2025 tentang Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia Tahun 2025.

Peringatan HTBS 2025 menjadi momentum penting untuk meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan partisipasi masyarakat dalam upaya eliminasi TBC. Ini sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan TBC, yang menegaskan komitmen pemerintah untuk mengakhiri TBC di Indonesia melalui pendekatan lintas sektor.

*)Kolaborasi Lintas Sektor dan Peran Aktif Masyarakat

Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes RI, dr. Yudhi Pramono, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan peran aktif seluruh masyarakat dalam upaya eliminasi TBC.

“Eliminasi TBC bukan hanya tugas tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Dengan deteksi dini, pengobatan tepat, serta dukungan sosial bagi pasien, kita bisa mengakhiri TBC di Indonesia. Saatnya kita bergerak bersama, giatkan komitmen dan aksi nyata untuk Indonesia bebas TBC,” tegas dr. Yudhi dilansir dari laman kemkes.go.id.

Sebagai bagian dari peringatan HTBS 2025, Kemenkes mendorong berbagai kegiatan di tingkat nasional dan daerah, termasuk kampanye kesadaran melalui media sosial dengan tagar resmi #GIATKAN2025, #GerakanIndonesiaAkhiriTBC, #KomitmendanAksiNyataTBC, #YesWeCanEndTB, #EliminasiTBC2030, dan #TOSSTBC.

Beberapa inisiatif yang telah disiapkan meliputi:
1. Edukasi masyarakat tentang bahaya TBC dan pentingnya deteksi dini.
2. Mobilisasi deteksi dini TBC yang terintegrasi dengan Terapi Pencegahan TBC (TPT).
3. Integrasi layanan pencegahan dan pengobatan TBC dengan fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia.
4. Kampanye TOSS TBC (Temukan TB, Obati Sampai Sembuh) melalui media sosial, media massa, webinar, dan promosi di ruang publik.
5. Peningkatan peran masyarakat dalam menghilangkan stigma terhadap penderita TBC.

*)Himbauan Kemenkes untuk Eliminasi TBC 2030

Kementerian Kesehatan menghimbau seluruh jajaran kesehatan, pemerintah daerah, dan masyarakat luas untuk mengambil peran aktif dalam upaya eliminasi TBC melalui langkah-langkah konkret, seperti:
– Deteksi dini dan penemuan kasus aktif TBC.
– Pendampingan pengobatan pasien hingga tuntas.
– Edukasi pencegahan penularan di keluarga dan masyarakat.
– Kolaborasi lintas sektor dengan pemerintah daerah, organisasi profesi, komunitas, dan media.

*)Target Eliminasi TBC 2030

Dengan semangat Gerak Bersama, Sehat Bersama, Kemenkes RI mengajak semua pihak untuk mendukung target Eliminasi TBC 2030. Upaya ini tidak hanya bertujuan untuk menciptakan Indonesia yang lebih sehat, tetapi juga membebaskan masyarakat dari penyakit menular yang masih menjadi tantangan kesehatan global.

“Mari kita bersama-sama giatkan komitmen dan aksi nyata untuk mengakhiri TBC di Indonesia. Dengan kolaborasi dan dukungan semua pihak, kita bisa mewujudkan Indonesia bebas TBC pada 2030,” tutup dr. Yudhi Pramono.

penulis : beritaibukota.com

editor   : redaksi

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses