Senin, Mei 25, 2026
BerandaTanjungpinangPelindo Tanjungpinang Disinyalir Bohongin Masyarakat, 15 Maret Tetap Naikkan Tarif Pas Pelabuhan

Pelindo Tanjungpinang Disinyalir Bohongin Masyarakat, 15 Maret Tetap Naikkan Tarif Pas Pelabuhan

Beritaibukota.com, TANJUNGPINANG – PT Pelindo Tanjungpinang disinyalir membohongi masyarakat terkait rencana kenaikan tarif pas pelabuhan yang sebelumnya telah disepakati tidak akan dinaikkan. Padahal, pembatalan kenaikan tarif tersebut telah diumumkan melalui Surat Pengumuman Nomor PU.05.01/30/1/1/GM/GM/TGPI-25, yang diterbitkan pada Jumat (31/1/2025).

Namun, baru satu bulan surat pengumuman pembatalan kenaikan tarif diterbitkan, Pelindo kembali menyatakan akan menaikkan tarif pas pelabuhan. Tarif baru tersebut akan mencapai Rp100 ribu bagi penumpang mancanegara dan Rp75 ribu untuk penumpang asal Indonesia. Tarif ini rencananya akan mulai diberlakukan mulai 15 Maret 2025.

*) Pelindo Nyatakan Kenaikan Tarif Secara Bertahap

Branch Manager PT Pelindo Multi Terminal Branch Tanjungpinang, Tonny Hendra Cahyadi, menjelaskan bahwa kenaikan tarif ini akan dilakukan secara bertahap.

“Tahap pertama, tarif internasional yang akan naik dan mulai diberlakukan pada 15 Maret 2025,” ujar Tonny, Rabu (12/3/2025), seperti dilansir dari ulasan.co.

Tonny menegaskan bahwa kenaikan tarif ini akan diiringi dengan perbaikan akses dan fasilitas bagi penumpang guna meningkatkan kenyamanan. Namun, penjelasan ini tidak serta merta meredakan kekhawatiran masyarakat yang merasa dirugikan dengan kebijakan tersebut.

*)Protes dari LSM dan Masyarakat

Ketua LSM Merah Putih Rahmat Nasution menyatakan keprihatinannya terhadap kebijakan Pelindo yang akan menaikkan tarif pas pelabuhan dalam waktu dekat.

“Kondisi ekonomi masyarakat saat ini sedang tidak baik-baik saja. Lagi banyak keluhan. Kok bisa-bisanya Pelindo seenaknya menaikkan pas pelabuhan,” ujar Rahmat mempertanyakan kebijakan tersebut.

Rahmat meminta pejabat Pelindo Tanjungpinang untuk membatalkan keputusan kenaikan tarif tersebut karena dinilai akan menambah beban ekonomi masyarakat.

“Kenaikan tarif ini hanya akan membuat masyarakat semakin resah. Kami meminta Pelindo untuk mempertimbangkan kembali keputusan ini,” tegasnya.

Masyarakat Tanjungpinang berharap agar PT Pelindo Tanjungpinang dapat mempertimbangkan kembali kebijakan kenaikan tarif ini. Mereka mendesak agar Pelindo lebih memperhatikan kondisi ekonomi masyarakat dan mencari solusi yang tidak memberatkan.

“Kami berharap Pelindo bisa lebih pro-rakyat dalam mengambil kebijakan. Jangan sampai keputusan ini justru menimbulkan masalah baru bagi masyarakat yang sudah terbebani dengan kondisi ekonomi saat ini,” pungkas Rahmat Nasution.

*)Tuntutan Transparansi dan Pertanggungjawaban

Sebelumnya rencana kenaikan pas pelabuhan ini beberapa waktu lalu telah mendapatkan sorotan dan penolakan dari masyarakat dan anggota DPRD Tanjungpinang.

Mereka menuntut transparansi dari PT Pelindo Tanjungpinang terkait alasan di balik kenaikan tarif yang dinilai mendadak ini. Banyak yang mempertanyakan konsistensi Pelindo dalam menjaga komitmennya kepada masyarakat, terutama setelah sebelumnya telah mengumumkan pembatalan kenaikan tarif.

“Jika memang ada alasan kuat untuk menaikkan tarif, Pelindo harus menjelaskan secara detail dan terbuka kepada masyarakat. Jangan sampai kebijakan ini justru menimbulkan ketidakpercayaan publik,” ujar Andika salah satu warga Tanjungpinang.

Kenaikan tarif pas pelabuhan ini dikhawatirkan akan berdampak luas, tidak hanya pada penumpang biasa tetapi juga pada pelaku usaha, terutama yang bergerak di sektor pariwisata dan perdagangan. Banyak pelaku usaha yang mengandalkan pelabuhan sebagai sarana transportasi utama untuk distribusi barang dan jasa.

penulis : beritaibukota.com

editor    : redaksi

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses