Beritaibukota.com,KEPRI – Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), H. Iman Sutiawan, menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Masjid dan Pondok Pesantren Al-Amin Nurul Iman di Kavling Tirosa, Kelurahan Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong, Kota Batam, Minggu pagi (11/10/2026).
Pembangunan fasilitas ibadah dan pendidikan Islam ini diharapkan menjadi pusat pembinaan keagamaan, pendidikan karakter, serta penguatan nilai-nilai kebersamaan bagi masyarakat setempat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Batam, H. Firmansyah, S.Sos., M.Si., yang mewakili Wali Kota Batam; Ketua Yayasan Al-Amin, KH. Asep Ijudin Abdisalam; Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Batam, Drs. H. Lukman Rifa’i, M.Ag.; perwakilan Kementerian Agama Kota Batam; unsur pemerintah kecamatan dan kelurahan; tokoh agama; tokoh masyarakat; pimpinan pondok pesantren; serta ratusan warga setempat.
Dalam sambutannya, Iman Sutiawan menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas inisiatif serta semangat gotong royong masyarakat Kavling Tirosa dalam mewujudkan pembangunan masjid dan pondok pesantren tersebut.
Menurutnya, pembangunan fasilitas keagamaan tidak sekadar menghadirkan bangunan fisik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi kehidupan masyarakat yang religius, harmonis, dan menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan.
Ia berharap keberadaan masjid dan pondok pesantren tersebut dapat menjadi pusat kegiatan ibadah, pembelajaran agama, pembinaan karakter, serta pendidikan bagi generasi muda.
Selain itu, Iman mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat komunikasi, dan mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungan tempat tinggal.
Ia mengingatkan bahwa Batam merupakan daerah dengan latar belakang sosial dan budaya yang beragam. Karena itu, sikap saling menghormati, toleransi, dan kebersamaan perlu terus dipelihara.
“Makanya kalau ada sesuatu itu musyawarah, musyawarah perangkat RT, RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, jangan terpancing dengan permasalahan-permasalahan yang belum tentu kebenarannya,” tegas Iman Sutiawan.
Iman Dorong Komunikasi dan Kepedulian terhadap Persoalan Warga
Lebih lanjut, Iman menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara masyarakat, perangkat lingkungan, dan pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan perkotaan.
Menurutnya, persoalan seperti ketersediaan air bersih, kebersihan lingkungan, dan kebutuhan fasilitas umum memerlukan kepedulian serta keterlibatan seluruh pihak agar dapat ditangani secara bersama-sama.
Ia juga mengajak masyarakat menghidupkan kembali semangat gotong royong sebagai modal utama dalam mewujudkan pembangunan yang berangkat dari aspirasi dan kebutuhan warga.
Dengan jumlah penduduk di kawasan Kavling Tirosa dan sekitarnya yang mencapai sekitar 1.000 kepala keluarga (KK), Iman menilai partisipasi masyarakat menjadi modal sosial yang penting untuk mendukung percepatan pembangunan masjid dan pondok pesantren tersebut.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan tahap awal, Iman Sutiawan bersama jajaran legislatif turut menyampaikan komitmen untuk membantu penyediaan material bangunan berupa semen dan besi.
Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu kelancaran pembangunan sekaligus mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam menyukseskan pembangunan fasilitas keagamaan itu.
Pemko Batam Apresiasi Inisiatif Masyarakat
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Batam, H. Firmansyah, S.Sos., M.Si., yang hadir mewakili Wali Kota Batam, menyampaikan apresiasi atas semangat swadaya dan gotong royong masyarakat dalam membangun sarana ibadah.
Menurut Firmansyah, keterlibatan aktif masyarakat merupakan modal penting dalam mendukung pembangunan daerah, termasuk dalam penyediaan fasilitas keagamaan dan pendidikan.
Pemerintah Kota Batam, lanjutnya, menyambut baik inisiatif tersebut dan siap memberikan dukungan sesuai mekanisme serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kerukunan agar proses pembangunan dapat berjalan dengan baik serta memberikan manfaat bagi generasi mendatang.
Lahan Wakaf 1.600 Meter Persegi untuk Masjid dan Pesantren
Pada kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Al-Amin, KH. Asep Ijudin Abdisalam, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam merealisasikan pembangunan Masjid dan Pondok Pesantren Al-Amin Nurul Iman.
Secara khusus, ia mengapresiasi Abdul Wahab dan unsur RW setempat atas kontribusi wakaf lahan yang akan digunakan sebagai lokasi pembangunan fasilitas keagamaan tersebut.
Masjid dan pondok pesantren ini direncanakan berdiri di atas lahan berukuran sekitar 40 x 40 meter atau seluas kurang lebih 1.600 meter persegi.
Menurut KH. Asep Ijudin, keberadaan fasilitas tersebut sangat dibutuhkan untuk menunjang kegiatan ibadah, pembelajaran agama, dan pembinaan masyarakat, mengingat kawasan Kavling Tirosa dan sekitarnya dihuni sekitar 1.000 KK.
Ia berharap pembangunan tersebut dapat menjadi langkah awal dalam memperluas akses pendidikan Islam sekaligus memperkuat kehidupan keagamaan masyarakat setempat.
Nama Al-Amin Nurul Iman sebagai Bentuk Penghargaan
KH. Asep Ijudin juga menjelaskan bahwa nama Al-Amin Nurul Iman yang disematkan pada masjid dan pondok pesantren tersebut memiliki makna tersendiri bagi pihak yayasan.
“Masjid ini kita beri nama Al-Amin Nurul Iman, sebagai bentuk nishbat kepada Ketua DPRD Provinsi Kepri, Bapak Iman Sutiawan, atas perhatian dan dedikasinya yang luar biasa terhadap dunia pendidikan Islam dan pondok pesantren di Kepulauan Riau,” ujar KH. Asep Ijudin.
Pemberian nama tersebut merupakan bentuk penghargaan dari pihak yayasan atas perhatian yang dinilai telah diberikan Iman Sutiawan terhadap pengembangan pendidikan keagamaan dan pondok pesantren di Kepulauan Riau.
Melalui peletakan batu pertama ini, pihak yayasan berharap pembangunan Masjid dan Pondok Pesantren Al-Amin Nurul Iman dapat berjalan lancar dengan dukungan masyarakat, pemerintah daerah, tokoh agama, dan berbagai pihak terkait.
Diharapkan Menjadi Pusat Ibadah dan Pendidikan Islam
Ke depan, Masjid dan Pondok Pesantren Al-Amin Nurul Iman diharapkan tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga berkembang sebagai pusat pendidikan Al-Qur’an, pembinaan akhlak, penguatan nilai-nilai keislaman, serta ruang kebersamaan yang mempererat hubungan sosial masyarakat.
Pembangunan ini sekaligus mencerminkan pentingnya sinergi antara masyarakat, tokoh agama, pemerintah daerah, dan unsur legislatif dalam menghadirkan fasilitas keagamaan yang sesuai dengan kebutuhan warga.
Bagi DPRD Provinsi Kepulauan Riau, keterlibatan dalam kegiatan kemasyarakatan menjadi salah satu sarana untuk menyerap aspirasi secara langsung sekaligus mendorong pembangunan daerah yang memperhatikan kebutuhan sosial, pendidikan, dan kehidupan keagamaan masyarakat.
Peletakan batu pertama tersebut menjadi awal dari harapan bersama agar Masjid dan Pondok Pesantren Al-Amin Nurul Iman dapat tumbuh menjadi pusat ibadah dan pendidikan Islam yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Bengkong, Kota Batam, dan Kepulauan Riau secara luas.
penulis : beritaibukota.com
editor : redaksi



