Kamis, Oktober 22, 2026
BerandaKepriIman Sutiawan Hadiri Rakerda HMNI Kepri, Dorong Penguatan Ekonomi Nelayan dan Potensi...

Iman Sutiawan Hadiri Rakerda HMNI Kepri, Dorong Penguatan Ekonomi Nelayan dan Potensi Maritim

Beritaibukota.com,KEPRI – Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), H. Iman Sutiawan, menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Himpunan Masyarakat Nelayan Indonesia (HMNI) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Provinsi Kepri di Hotel Aston Tanjungpinang, Sabtu (17/10/2026).

Kehadiran Iman Sutiawan, yang juga menjabat sebagai Pembina HMNI Kepri, menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara lembaga legislatif, pemerintah daerah, dan organisasi nelayan dalam mendorong pengembangan sektor kelautan dan perikanan.

Rakerda tersebut menjadi forum konsolidasi organisasi untuk menghimpun aspirasi masyarakat nelayan sekaligus merumuskan program kerja yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir dan penguatan ekonomi maritim di Kepulauan Riau.

Iman Sutiawan: Potensi Laut Harus Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan

Dalam arahannya, Iman Sutiawan menegaskan bahwa Kepulauan Riau sebagai provinsi berciri kepulauan memiliki potensi sumber daya kelautan dan perikanan yang besar. Potensi tersebut, menurutnya, perlu dikelola secara optimal dan berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama nelayan.

“Nelayan merupakan bagian penting dari kekuatan ekonomi Kepulauan Riau. Karena itu, pembangunan sektor kelautan dan perikanan harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat nelayan. Kita ingin potensi laut yang begitu besar ini mampu menjadi sumber kesejahteraan bagi masyarakat pesisir,” ujar Iman.

Ia menilai organisasi nelayan seperti HMNI memiliki peran strategis sebagai wadah untuk menghimpun, memperjuangkan, dan menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah daerah maupun lembaga legislatif.

Iman berharap HMNI tidak hanya memperkuat solidaritas antaranggota, tetapi juga mampu melahirkan gagasan, inovasi, dan program nyata untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat nelayan.

“HMNI harus menjadi jembatan aspirasi masyarakat nelayan. Melalui organisasi yang kuat dan solid, berbagai persoalan yang dihadapi nelayan dapat disampaikan secara terarah sehingga bisa dicarikan solusi bersama dengan pemerintah daerah dan DPRD,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Iman menyoroti pentingnya penguatan ekonomi masyarakat pesisir melalui peningkatan produktivitas perikanan, pengembangan usaha budi daya laut, serta perluasan akses terhadap peluang ekonomi yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga nelayan.

Menurutnya, pengembangan potensi kelautan membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar kekayaan sumber daya alam Kepulauan Riau dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.

“Pengembangan ekonomi maritim membutuhkan kerja sama semua pihak. DPRD, pemerintah daerah, organisasi nelayan, dan pelaku usaha perlu membangun sinergi agar program pembangunan sektor perikanan dapat berjalan lebih terarah dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya perencanaan yang matang, pendampingan bagi masyarakat, serta koordinasi antarpemangku kepentingan dalam mengembangkan berbagai usaha produktif di sektor kelautan dan perikanan.

HMNI Kepri Perkuat Konsolidasi Organisasi

Sementara itu, Ketua DPD HMNI Provinsi Kepri, Ravi Azhar, S.IP., menyampaikan laporan organisasi yang mencakup capaian, tantangan, serta rencana strategis untuk memperkuat kelembagaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan di seluruh kabupaten dan kota di Kepulauan Riau.

Rakerda ini juga menjadi momentum untuk mempererat koordinasi antara pengurus HMNI tingkat provinsi dan kabupaten/kota, sekaligus menyusun langkah organisasi dalam mendukung pembangunan sektor kelautan dan perikanan menuju visi Indonesia Emas 2045.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pimpinan dan pengurus HMNI dari tujuh kabupaten/kota di Kepri, yakni Kota Tanjungpinang, Kota Batam, Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, Kabupaten Natuna, Kabupaten Kepulauan Anambas, dan Kabupaten Lingga.

Kehadiran perwakilan dari seluruh wilayah tersebut mencerminkan upaya memperkuat konsolidasi dan menyatukan langkah organisasi dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan sektor maritim.

Kepri Miliki 112 Kampung Nelayan, Budi Daya Rumput Laut Jadi Peluang

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Kepri, Said Sudrajad, yang hadir mewakili Gubernur Kepri, menyampaikan bahwa terdapat 112 kampung nelayan yang tersebar di wilayah Kepulauan Riau.

Keberadaan kampung-kampung nelayan tersebut menunjukkan besarnya peran sektor kelautan dan perikanan dalam menopang kehidupan ekonomi masyarakat. Karena itu, pengembangan kawasan pesisir secara berkelanjutan dinilai penting untuk memperkuat perekonomian masyarakat.

Said juga memaparkan rencana pengembangan budi daya rumput laut di perairan Kepulauan Riau. Kondisi geografis dan karakteristik perairan daerah ini dinilai berpotensi mendukung pengembangan rumput laut sebagai salah satu komoditas usaha produktif bagi masyarakat pesisir.

Pengembangan budi daya tersebut diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru, memperluas sumber pendapatan masyarakat, serta mendorong diversifikasi usaha di sektor kelautan dan perikanan.

Menanggapi hal tersebut, Iman Sutiawan menilai pengembangan budi daya laut perlu disertai perencanaan yang baik dan dukungan berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat.

“Kita berharap pengembangan potensi kelautan, termasuk budi daya rumput laut, dapat membuka peluang usaha baru bagi masyarakat pesisir. Yang terpenting, setiap program harus direncanakan dengan baik dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan nelayan,” tuturnya.

Melalui Rakerda ini, diharapkan terbangun kesamaan pandangan dan langkah strategis antara organisasi nelayan, pemerintah daerah, dan DPRD Provinsi Kepri dalam mengembangkan sektor kelautan dan perikanan yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan.

Forum tersebut sekaligus menjadi ruang dialog untuk memperkuat perhatian terhadap kebutuhan masyarakat nelayan, mulai dari pengembangan usaha perikanan hingga pemanfaatan potensi budi daya laut.

Dengan sinergi antarpemangku kepentingan dan penguatan peran organisasi nelayan, potensi kemaritiman Kepulauan Riau diharapkan dapat terus dikembangkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

penulis : beritaibukota.com

editor   : redaksi

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses