Jumat, Mei 8, 2026
BerandaKepri53 Anak Ikuti Lomba Mewarnai Batik di Acara Kepri Batikan

53 Anak Ikuti Lomba Mewarnai Batik di Acara Kepri Batikan

Beritaibukota.com,KEPRI – Sebanyak 53 anak mengikuti perlombaan mewarnai batik yang menjadi salah satu rangkaian acara Kepri Batik-an yang mulai digelar hari ini, di Atrium Nagoya Hill Mall, Sabtu (19/3).

Adapun 53 peserta ini merupakan anak-anak Paud dan TK yang berumur 5-6 tahun. Nantinya lomba mewarnai akan diniai langsung pihak Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau dan akan diumukan pada malam puncak acara.

Seperti diberitakan sebelumnya, Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau menggelar event pertamanya di
tahun 2022 ”Kepri Batik-an 2022” dengan mengusung tema berkarya dengan budaya di Nagoya Hill Mall, Batam selama dua hari mulai 19-20 Maret 2022. Adapun event ini bekerja sama dengan Reborn Kreasi Batam yang melibatkan
seluruh perwakilan pengrajin batik dari 5 Kabupaten dan 2 Kota yang ada di Kepri, UMK, Komunitas,
Asosiasi, Stakeholder Pariwisata dan sektor-sektor terkait lainnya.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau, Buralimar, mengatakan
lewat kegiatan ini Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau mempromosikan keragaman dan kekayaan
batik daerah maupun karya beserta produk-produk unggulan yang saat ini dikembangkan pada ajang
promosi daerah berskala nasional. Peran serta aktif setiap instansi pemerintahan, BUMN/BUMD dan
perusahaan swasta nasional selanjutnya diharapkan dapat memberikan manfaat, selain tentunya
berdampak positif bagi iklim pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia.

Buralimar sangat berharap kegiatan yang dilaksanakan ini dapat berjalan dengan baik dan lancar serta memperoleh dukungan semua pihak terkait. Apalagi sesuai
dengan tujuannya, acara ini mempromosikan produk unggulan daerah terutama produk kerajinan batik
daerah kepada masyarakat Kepri sehingga menciptakan lapangan kerja dan peluang usaha lainnya.

Buralimar mengatakan acara ini juga bertujuan untuk menarik investor dan masyarakat untuk berkunjung sehingga menciptakan direct selling antara seller
dan buyer serta mewujudkan iklim ekonomi yang kondusif dan berdampak pada pertumbuhan dan
perkembangan produk unggulan daerah.
Selain itu untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat atas pentingnya peran industri kreatif dalam
menggegerkan perekonomian daerah dengan menghadirkan program Talkshow interaktif bersama
narasumbel yang kredibel.

“Tentunya juga untuk menciptakan rasa bangga dan cinta terhadap produk
daerah terutama dalam hal kerajinan batik daerah,” kata Buralimar.

Peserta yang mengikuti kegiatan adalah Dekranasda Provinsi/Kabupaten/Kota, Dinas Pariwisata
Provinsi/Kabupaten/Kota, BUMN/BUMD dengan mitra binaannya, UMKM Batik Kabupaten/Kota, UMKM
Batik swasta, Komunitas lokal, pelajar, stakeholder terkait.
Agenda acara berupa pameran dan bazzar batik unggulan daerah, talkshow dan mini workshop,
perlombaan seperti mewarnai dari anak Paud dan Taman kanak-kanak, fashion show kids dan parents,
lomba sayembara design batik Kepri, pentas seni flashmob dan fashion show, live music, live selling dan live streaming sosmed dan program bid dan buy. Dan paling ditunggu-tunggu adalah sayembara design batik Kepri yang merupakan hasil dari anak
daerah dengan mendesign batik mewakili 7 Kabupaten/Kota yang ada di Kepri dan melambangkan satu
kesatuan yang khas wilayah Kepri. Ini merupakan bentuk dukungan program Gerakan Nasional Bangga
Buatan Indonesia (GerNas BBI) untuk lebih mendorong penguatan pertumbuhan ekonomi nasional
melalui penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) termasuk industri kecil dan menengah
(IKM).

Kepala Bidang Pengembangan Pemasaran Dispar Kepri, Afitri Susanti mengatakan hasil dari acara Batikan ini puncaknya pada acara GerNas Bangga Buatan Indonesia nanti pada akhir Maret mendatang di
Hotel Marriott, Kota Batam . Di sana akan memamerkan juga berbagai non warisan tradisional, warisan
tradisional berbentuk barang yang keren-keren dan sudah dikurasi dari Kepri.
Uniknya pada pergelaran Kepri Batik-an 2022, selama kegiatan berlangsung akan menerapkan transaksi
secara Cashless. Transaksi pembayaran digital menggunakan Quick Response Code Indonesia Standard
(QRIS) di era revolusi industri 4.0. Industri 4.0 diprediksi memiliki potensi manfaat yang besar. Sebagian
besar pendapat mengenai potensi manfaat industri 4.0 adalah mengenai perbaikan kecepatanfleksibilitas produksi, peningkatan layanan kepada pelanggan dan peningkatan pendapatan.
Terwujudnya potensi manfaat tersebut akan memberi dampak positif terhadap perekonomian daerah. (Nto)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses