Beritaibukota.com, TANJUNGPINANG – Salah satu ketua Parsahutaon Batak di daerah Seicarang, Pardosi meminta agar pengurus Rumpun Batak Bersatu mempertimbangkan kegiatan lain selain Turnamen Futsal Antar Parsahutaon.
Ide itu disampaikannya dalam kata sambutan saat acara penutupan Turnamen Futsal Antar Parsahutaon RBB Cup I-2022 Kota Tanjungpinang di Lapangan Futsal Wong Solo (Tepindo Sinaga) di Jalan Engku Putri, Minggu (24/7).
Pria yang juga Pengurus RBB di Bidang Pendidikan ini sempat mengutarakan idenya di depan masyarakat Batak agar ke depannya RBB mengadakan lomba menyanyi lagu Batak.
Banyak warga yang menyambut ide ini. Sebab, warga Batak memang identik dengan penyanyi yang berbakat bukan hanya di kota ini, melainkan di seantro nusantara.
Saat duduk santai sebelum menyaksikan laga final, ide itu sempat disampaikan pardosi kepada Antoni Simatupang selaku Ketua Rumpun Batak Bersatu (RBB) Kota Tanjungpinang.
Dalam perbincangan ringan itu, Antoni terlihat serius mendengar rancangan ide yang disampaikan Pardosi yang memang sejak dulu sudah berpengalaman mengadakan kegiatan yang sama melalui gereja.
Namun kegiatan seperti itu sudah lama hilang dan gereja tidak mengadakannya lagi. Dia berharap RBB yang kembali menghidupkan hobi Batak tersebut.
Menurut Pardosi, kegiatan seperti itu tidak butuh banyak biaya. Untuk tempat kegiatan bisa meminta bantuan Gubernur (Pemprov) dengan pinjam pakai aulanya.
Paling hadiah dan biaya-biaya lain yang diperlukan. Namun, pesertanya bisa sangat banyak. Sebab, warga Batak merupakan gudangnya penyanyi.
Penontonnya juga diyakini akan sangat banyak. Kegiatan bisa dibuat beberapa kategori. Bisa antar Parsahutaon, ditambah kategori umum. Bisa vokal solo, Trio, paduan suara.
Untuk lagu bisa wajib bisa memilih O Tano Batak dan lagu pilihan panitia bisa menyiapkan lagu-lagu daerah dari lima Puak tersebut.
Terkait teknisnya bisa dibahas lebih dalam lagi nanti. Yang penting, RBB siap menggelarnya. Dia pun akan membantu karena sudah pengalaman sebelumnya.
H Simanjuntak, salah satu warga Tanjungpinang Timur sebelumnya juga mengatakan telah lama menanti kegiatan lomba seperti itu. Dulu, kegiatan tersebut selalu ramai dikunjungi warga Batak.
Apalagi, lomba lagu ini bisa diikuti semua kalangan baik muda, dan tua. Banyak yang hobi bernyanyi. Banyak yang suka menonton meski tak pandai bernyanyi.
Jadi, lomba lagu Batak ini masih ditunggu-tunggu. “Kalau itu sempat diadakan kudukung penuh. Dulu lomba trio Batak sering diadakan, entah kenapa hilang sekarang,” ucapnya.
Penulis : Rinto



