Kamis, Mei 7, 2026
BerandaTanjungpinangTanjungpinang Zero Kasus PMK, Polresta Tanjungpinang Gencar Sosialisasi dan Penyuluhan Penyakit PMK

Tanjungpinang Zero Kasus PMK, Polresta Tanjungpinang Gencar Sosialisasi dan Penyuluhan Penyakit PMK

Beritaibukota.com,TANJUNGPINANG – Kapolresta Tanjungpinang Kombes Pol. H. Ompusunggu, menyampaikan untuk saat ini di Kota Tanjungpinang statusnya zero atau nol kasus PMK sesuai data yang didapat melalui Pemko Tanjungpinang.

“Ini semua patut kita syukuri namun kita tidak boleh lengah dan tetap waspada serta selalu menjaga agar PMK ini tidak muncul kembali,” kata Ompusunggu, Jumat (30/9).

Ompusunggu, juga mengatakan kepolisian, dalam hal ini Polresta Tanjungpinang akan mendukung program pemerintah melalui BNPB untuk terus melakukan berbagai upaya dalam rangka mencegah PMK ini muncul dan berkembang khususnya di Kota Tanjungpinang.

Seperti halnya yang sudah dilakukan personel Polsek Bukit Bestari Polresta Tanjungpinang Aipda Dicky Chresnapaty, bersama 3 orang rekan sekerja yang tergabung dalam Satgas PMK bersama BPBD dan Dinas Peternakan Kota Tanjungpinang dan Provinsi Kepri serta Babinsa TNI terus lakukan sosialisasi dan penyuluhan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak, Kamis (28/09)

Penyuluhan menyasar para peternak hewan berkuku kaki belah yang menjadi objek terjangkit virus PMK seperti sapi, kambing/domba, babi dan hewan sejenis lainnya. Penyuluhan juga dilakukan pada para pekerja dan warga di sekitar kandang ternak, para penjual/pedagang hewan ternak sampai ke operator pengangkutan hewan ternak.

Tahap awal menjadi fasilitator penyuluhan PMK dilaksanakan selama 45 hari terhitung tanggal 24 September 2022 sampai dengan 7 November 2022. Penyuluhan dimulai dari memberikan pencerahan mengenai PMK yaitu virus yang menyerang hewan ternak dengan gejala mulut mengeluarkan busa, lidah dan gusi serta kuku kaki yang meradang. (redaksi)

 

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses