Beritaibukota.com,TANJUNGPINANG – Calon Walikota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, menyatakan keprihatinannya terhadap peningkatan angka kemiskinan dan pengangguran di Kota Tanjungpinang belakangan ini. Meskipun Tanjungpinang bukan berada di peringkat terburuk, kota ini menempati urutan kedua tertinggi se-Provinsi Kepulauan Riau setelah Kabupaten Lingga dalam hal kemiskinan dan pengangguran.
Dalam silaturahmi bersama masyarakat di lapangan olahraga Perumahan Bumi Intan Sari, Jalan Gatot Subroto, KM 5 Bawah, RT 03/RW VIII, Kelurahan Kampung Bulang, Kecamatan Tanjungpinang Timur, pada Kamis (5/9/2024) sore, Lis mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi ini. Berdasarkan data yang diperolehnya, angka kemiskinan di Tanjungpinang terus meningkat selama tiga tahun terakhir.
“Saat ini, banyak masyarakat di Tanjungpinang yang hidup dalam kemiskinan,” ujar Lis. Ia menambahkan bahwa meskipun kota ini belum pernah menempati peringkat pertama, tren peningkatan kemiskinan yang signifikan perlu mendapat perhatian serius.
Lis juga menyoroti masalah pendataan yang belum optimal. Menurutnya, banyak warga miskin yang belum terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan Program Keluarga Harapan (PKH), sehingga bantuan dari pemerintah tidak terdistribusi dengan baik. “Data kemiskinan di Tanjungpinang belum diperbarui secara berkala, ini menyebabkan ketidakmerataan dalam penyaluran bantuan,” jelasnya.
Tak hanya kemiskinan, tingkat pengangguran yang tinggi juga menjadi sorotan. Lis menegaskan bahwa pengangguran di Tanjungpinang saat ini merupakan yang tertinggi kedua di Provinsi Kepulauan Riau.
“Kondisi ini sangat memprihatinkan,” kata Lis, yang pernah menjabat sebagai Wali Kota Tanjungpinang pada periode 2013-2018. Ia juga mencermati bahwa lesunya perekonomian lokal semakin terlihat, terutama di area perbelanjaan seperti Pasar Bintan Centre, yang mulai sepi sejak pagi hari.
“Jika bapak ibu pergi ke Pasar Bintan Centre pada pukul 7.30 WIB, suasana sudah mulai lengang. Ini menunjukkan kondisi ekonomi yang kurang baik,” pungkasnya.
Lis menekankan perlunya perhatian lebih dari pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan ini dan berharap ada solusi konkret dalam waktu dekat untuk mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran di Tanjungpinang.
penulis : beritaibukota.com
editor : redaksi



