Beritaibukota.com,KEPRI – Badan Karantina Indonesia (Barantin), melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepulauan Riau (Karantina Kepri) di Satuan Pelayanan Bandara Raja Haji Fisabilillah (Satpel RHF) Tanjungpinang, berhasil memfasilitasi ekspor perdana ikan anggoli (Pristipomoides sp.) ke Hawaii, Amerika Serikat.
Ekspor ini menandai tonggak penting dalam upaya memperluas pasar internasional untuk produk perikanan Indonesia. Volume ekspor perdana ini mencapai 0,5 ton dengan nilai ekonomi sebesar Rp 107,81 juta.
Herwintarti, Kepala Karantina Kepri, menjelaskan bahwa peran karantina sangat krusial dalam memastikan keamanan dan kualitas produk yang diekspor.
“Ekspor perdana ikan anggoli ini volumenya sebanyak 0,5 ton, dengan nilai ekonomi Rp 107,81 juta. Karantina Kepri memastikan ikan yang akan diekspor bebas dari hama penyakit dan kontaminan yang dapat membahayakan kesehatan manusia. Ini adalah langkah penting untuk memastikan keamanan pangan,” ujarnya Sabtu (01/03).
Setiap negara memiliki regulasi yang berbeda terkait impor produk perikanan. Barantin memastikan bahwa semua persyaratan yang ditetapkan oleh negara tujuan telah dipenuhi.
Herwintarti menegaskan bahwa karantina tidak hanya berperan sebagai penjaga keamanan hayati, tetapi juga sebagai ‘economic tools’ yang mendukung pertumbuhan ekonomi. Hal ini sejalan dengan arahan Kepala Barantin, Sahat M. Panggabean, yang menekankan pentingnya sistem pertahanan hayati atau biodefense dalam mendukung swasembada pangan nasional.
“Tindakan karantina dilakukan untuk memastikan kesehatan komoditas. Proses ini meliputi pemeriksaan fisik dan pengujian laboratorium. Setelah semua persyaratan terpenuhi, Karantina menerbitkan sertifikat kesehatan sebagai jaminan keberterimaan produk di negara tujuan,” tambah Herwintarti.
Sepanjang tahun 2024, Satpel RHF mencatat frekuensi ekspor ikan anggoli segar sebanyak tiga kali dengan total volume 1,05 ton dan nilai Rp 407,65 juta melalui aplikasi Best Trust (Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology). Ekspor perdana ke Amerika Serikat ini diharapkan dapat membuka peluang pasar baru bagi produk perikanan Indonesia, terutama di pasar Amerika yang dikenal sebagai salah satu konsumen terbesar produk hidangan laut.
Ikan anggoli, yang dikenal dengan kualitas dan cita rasanya, memiliki potensi besar di pasar internasional. Ekspor ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga menunjukkan komitmen Indonesia dalam menjaga keamanan dan kualitas produk perikanan. Serangkaian tindakan karantina yang ketat dilakukan untuk meminimalisir risiko penyebaran penyakit dan menjaga kelestarian lingkungan. Selain itu, jaminan kualitas dari karantina juga meningkatkan kepercayaan konsumen dan importir terhadap produk Indonesia.
“Ekspor ikan anggoli segar ke Amerika tidak hanya membuka peluang pasar baru, tetapi juga menunjukkan pentingnya peran karantina dalam memastikan keamanan, kualitas, dan kelestarian produk perikanan. Melalui prosedur yang benar, eksportir dapat memaksimalkan potensi ini dan membawa manfaat ekonomi yang signifikan,” tutup Herwintarti.
Penulis : beritaibukota.com
editor : redaksi



