Rabu, Juni 17, 2026
BerandaNasionalElnusa Petrofin Perkuat Komitmen Lingkungan Lewat Hutan Petrofin hingga Inovasi Pengelolaan Limbah

Elnusa Petrofin Perkuat Komitmen Lingkungan Lewat Hutan Petrofin hingga Inovasi Pengelolaan Limbah

Beritaibukota.com,NASIONAL – Di balik setiap liter bahan bakar minyak (BBM) yang tiba tepat waktu di stasiun pengisian hingga pelosok Nusantara, terdapat armada mobil tangki yang menopang rantai distribusi energi nasional. Namun, aktivitas distribusi tersebut juga meninggalkan jejak lingkungan, baik di jalan raya maupun di atmosfer. Menyadari tantangan tersebut, PT Elnusa Petrofin (EPN) justru membangun reputasi sebagai salah satu pelopor keberlanjutan lingkungan di sektor energi melalui berbagai program tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR) yang terintegrasi.

Komitmen terbesar perusahaan di bidang lingkungan diwujudkan melalui Program Hutan Petrofin yang resmi ditetapkan sebagai program CSR unggulan pada 2025. Program ini tidak sekadar berfokus pada kegiatan penanaman pohon seremonial, melainkan menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam mendukung upaya mitigasi perubahan iklim.

Sejak pertama kali diinisiasi pada 2022, EPN telah menanam sebanyak 13.023 bibit pohon yang terdiri atas trembesi, mangrove, bambu, dan berbagai jenis pohon produktif lainnya. Dari jumlah tersebut, perusahaan memperkirakan potensi reduksi emisi mencapai 127,6 ton setara karbon dioksida (CO2e).

Meski angka tersebut masih relatif kecil dibandingkan emisi yang dihasilkan operasional distribusi BBM berskala nasional, langkah tersebut dinilai sebagai bentuk komitmen nyata yang terukur. Sepanjang 2023 hingga kuartal pertama 2025, jumlah pohon yang ditanam mencapai 9.292 batang, terdiri dari 2.532 pohon pada 2023, meningkat menjadi 5.295 pohon pada 2024, serta bertambah 1.465 pohon pada kuartal pertama 2025.

Pemilihan jenis pohon juga dilakukan secara strategis. Trembesi dikenal memiliki kemampuan menyerap karbon dalam jumlah besar, bambu berfungsi sebagai penyerap CO2 sekaligus penahan erosi, sementara mangrove berperan penting dalam melindungi kawasan pesisir dan mendukung ekosistem karbon biru (blue carbon).

Namun, yang membedakan pendekatan EPN bukan hanya jumlah pohon yang ditanam, melainkan penerapan filosofi zero waste yang menjadi benang merah berbagai program lingkungannya.

Salah satu inovasi yang menonjol adalah Program Appostraps (Alat Pemecah, Peredam Ombak, dan Sedimen Traps), yang lahir dari upaya memanfaatkan ban bekas mobil tangki yang sudah tidak layak digunakan. Alih-alih menjadi limbah, ban-ban tersebut dihibahkan kepada masyarakat pesisir untuk dimanfaatkan sebagai struktur penahan abrasi.

Program Appostraps pertama kali diterapkan di Teluk Kabung Tengah, Kota Padang, Sumatera Barat, pada Juli 2025. Sebanyak 100 unit ban bekas mobil tangki diserahkan kepada pemerintah kelurahan setempat untuk membantu mengatasi ancaman abrasi yang terus menggerus wilayah pesisir dan berdampak pada kehidupan masyarakat.

Ban-ban tersebut kemudian disusun menjadi struktur yang mampu meredam energi gelombang laut sekaligus menjebak sedimen. Pendekatan ini dinilai efektif, ramah lingkungan, dan relatif hemat biaya dalam memperlambat laju abrasi.

Program serupa kemudian diperluas ke Balikpapan dan Poso, Sulawesi Tengah. Di Poso, yang menjadi lokasi ketiga pelaksanaan program pada Oktober 2025, EPN menyerahkan 367 unit ban bekas kepada Polda Sulawesi Tengah untuk mendukung penerapan Appostraps di pesisir Desa Tokorondo.

Dari perspektif lingkungan, Appostraps mencerminkan prinsip ekonomi sirkular, di mana limbah dari satu siklus penggunaan dimanfaatkan kembali sebagai solusi pada siklus berikutnya. EPN menyebut pendekatan ini sebagai implementasi konsep cradle-to-grave, yang memperpanjang masa manfaat produk sebelum akhirnya menjadi limbah.

Komitmen perusahaan terhadap lingkungan juga terlihat melalui partisipasi dalam Gerakan Wisata Bersih (GWB) yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata di Pantai Karang Ria, Manado, pada Agustus 2025. Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.

Dalam kegiatan itu, EPN menyediakan berbagai peralatan kebersihan serta menggerakkan masyarakat dalam aksi beach clean up. Tidak hanya itu, perusahaan juga menampilkan inovasi dari Program ASIAP (Armada Transportasi Sampah Desa Sapa Raya) yang beroperasi di Kecamatan Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan.

Program ASIAP merupakan sistem pengelolaan sampah berbasis desa yang mendorong pemanfaatan sampah anorganik menjadi produk bernilai ekonomi, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Upaya keberlanjutan EPN bahkan turut diintegrasikan ke dalam kegiatan sosial dan keagamaan. Melalui Program Petrofin Berkurban, perusahaan menyalurkan 44 ekor sapi dan 105 ekor kambing kepada 17.520 penerima manfaat yang tersebar di 125 titik di seluruh Indonesia.

Dalam pelaksanaannya, distribusi daging kurban menggunakan wadah yang dapat dipakai ulang sebagai bagian dari kampanye pengurangan plastik sekali pakai. Langkah tersebut sejalan dengan semangat Beat Plastic Pollution yang terus didorong perusahaan dalam berbagai kegiatan operasional maupun sosial.

Secara keseluruhan, rangkaian program Hutan Petrofin, Appostraps, ASIAP, hingga inisiatif pengurangan sampah plastik menunjukkan upaya EPN dalam membangun ekosistem keberlanjutan yang terintegrasi di bawah pilar #PetrofinResik.

Di tengah meningkatnya tuntutan terhadap pencapaian target Net Zero Emission 2060, langkah yang ditempuh Elnusa Petrofin menjadi contoh bahwa perusahaan di sektor energi tidak hanya berperan sebagai penggerak ekonomi, tetapi juga dapat berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui program-program yang terukur, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Penulis : beritaibukota.com

Sumber : rilis

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses