Kamis, Juli 25, 2024
BerandaTanjungpinangEnam Jalan di Penyengat Akan Dibangun

Enam Jalan di Penyengat Akan Dibangun

Beritaibukota.com,TANJUNGPINANG- Perwakilan Konsultan Perencanaan, Bambang mempresentasikan rencana pengembangan beserta infrastruktur jalan akses Pulau Penyengat. Adapun jalan ini memiliki total panjang jalan lingkar 4.552 meter.

Jalan ini terbagi jalan tanah, jalan andesit, beton, paving dan jalan pelantar beton.

“Draf perencanaan teknisnya ada 6 nama jalan yang akan di bangun yaitu jalan Manunggal III, jalan Tabib, jalan Makam Raja Ali Haji, jalan Engku Putri, jalan Siambang I serta jalan Kampung Datuk,” terang Bambang dalam rapat presentasi penataan kawasan cagar budaya Pulau Penyengat di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Senin (22/11) malam.

Bambang menjelaskan dari 6 nama jalan yang direncanakan panjang ruas keseluruhannya total 1.253 meter, dimana jalan Manunggal III panjang 300 meter, jalan Tabib panjang 172 meter, jalan Makam Raja Ali Haji panjang 124 meter, jalan Engku Putri panjang 186 meter, jalan Siambang I panjang 238 meter dan jalan Kampung Datuk panjang 232 meter.

Dengan lebar eksisitingnya jalan Manunggal III, jalan Makam Raja Ali Haji, jalan Engku Putri, jalan Siambang I dan serta jalan Kampung Datuk 3,3 meter sedangkan jalan Tabib lebar eksistingnya 3 meter.

“Nanti pembangunan jalan memakai bahan batu andesit yang dilengkapi dengan crossing drainase yang menuju langsung ke laut yang disiapkan manhole, titik hydrant dan rumah pompa beserta asesoris lampu jalan atau lampu taman, titik kumpul, RTP dan Shelter serta tempat sampah 44 titik,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BPPW Kepri Albert Reinaldo lewat virtual mengingatkan perihal terkait penataan pulau penyengat ini perencanaan harus benar-benar mengetahui peruntukannya serta pembangunan nantinya agar tidak terjadi kesalahan dalam penataan wilayah.

“Padahal dalam peningkatan kawasan pemukiman itu ada 7 parameter, ini jalan lingkungan hanya 1 parameter. Tadi dibuat tempat sampah tapi hilirnya bawa kemana,  jangan hanya garis besar saja tapi harus sampai titik selesainya,” pesan Albert.

Albert juga mengatakan dengan waktu terus berjalan dan ini masih ada perbaikan-perbaikan, Kantor BPPW meminta kepastian jadwal secara resmi kepada Pemprov, Pemko dan Konsultan Perencanaan agar kegiatan ini segera dilelang.

“Pekerjaan penataan kawasan permukiman ini harus cepat dilelang. Dikarenakan mengingat waktu yang hanya tinggal beberapa bulan yang batas waktunya pada bulan Juni,” kata Albert.

Albert juga menambahkan, harga satuan upah dan bahan yang ada diPulau Penyengat, ini harus di justifikasi agar harga yang nanti ditampilkan dari konsultan agar sudah diakomodir dari alokasi untuk kegiatan dipemukiman.

Pejabat Sekda Provinsi Kepri Lamidi berharap penataan Pulau Penyengat harus berdasarkan perencanaan yang matang, jangan ada kegiatan tersebut menimbulkan suatu permasalahan dikemudian hari.

“Pak Gubernur ingin membangun Pulau Penyengat tahun depan ini sekaligus, mulai dari insfrastruktur cagar budaya, air bersih dan penerangan. Kita harus gerak cepat tapi rapi dan sesuai aturan yang berlaku,” harap Lamidi. (nto)

 

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.