Menurut sejarah, Senggarang merupakan pemukiman tua yang dibangun oleh komunitas Cina suku Teow Chew pada abad ke – 18 sekitar tahun 1722.
Senggarang tentunya dengan perjalanannya tentunya bahyak menyimpan sejarah peninggalan orang-orang pada zaman dulu.
Sejumlah peninggalan itu saat ini telah dijadikan sebagai lokasi atau objek wisata. Seperti Klenteng dan Vihara, selain itu ada juga rumah peninggalan bersejarah Letnan Tan Soe Lie.
Di Senggarang juga terdapat 7 rumah ibadah yaitu masjid Al Huda, Surau Al Hidayah, Gereja Santa Maria Goretti, komplek Klenteng Tao Sa Kong, Vihara Dharma Sasana, dan Vihara Tirta Maitrea.
Perlu diketahui bahwa dari tujuh rumah ibadah itu, ada tiga diantaranya masuk dalam kawasan cagar budaya tak bergerak.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Raja Heri Mochrizal mengatakan kawasan Senggarang merupakan salah satu termasuk kota tua yang dihuni etnis Tionghoa.
Kawasan Senggarang menjadi salah satu tujuan destinasi wisata khusunya etnis Tionghoa untuk beribadah maupun untuk singgah di vihara atau klenteng yang usianya sudah sangat lama.
Heri mengatakan Gubernur Kepri juga sudah menetapkan Senggarang menjadi salah satu kawasan prioritas pariwisata. Untuk itu pengembangan dan dukungan pariwisata di Senggarang menjadi salah satu perhatian dari Gubernur Kepri.
Penulis : beritaibukota.com
editor : redaksi



