Sabtu, Mei 23, 2026
BerandaPariwisataKawasan Senggarang Menjadi Kawasan Strategis Pariwisata yang Sering Dikunjungi Etnis Tionghoa

Kawasan Senggarang Menjadi Kawasan Strategis Pariwisata yang Sering Dikunjungi Etnis Tionghoa

Beritaibukota.com,TANJUNGPINANG – Senggarang selain menjadi pusat pemerintahan Pemerintah Kota Tanjungpinang juga dikenal sebagai kawasan Tionghua ala budaya China di Tanjungpinang.
Maka tidak salah jika turis Singapura dan Malaysia bahkan dari Tiongkok banyak yang mengunjungi Senggarang.
Senggarang menjadi salah satu tujuan wisata sejak lama bagi para wisatawan manca negara. Konon katanya masyarakat meyakini bahwa di Senggarang ini, menjadi tempat pertama disinggahi dan ditinggal oleh para imigran asal China di Kepulauan Riau, sebelum mereka menyebar ke pulau-pulau lainnya di Kepulauan Riau.
Banyaknya wisatawan yang masih berkunjung ke Senggaran dikarenakan Senggarang memiliki kawasan peninggalan China. Selain itu terdapat Vihara Dharma Sanana menjadi salah satu objek wisata yang dikenal hingga ke negara tetangga Malaysia dan Singapura.
Kompleks vihara ini diperkirkan sudah berdiri sejak 200 hingga 300 tahun yang lalu. Vihara ini berdiri di tepi pantai kawasan Lampu Merah di Senggarang.
Dilansir dari laman disbudpar.tanjungpinangkota, dulunya klenteng ini dibangun oleh imigran dari Cina daratan, yang memiliki 4 bangunan utama, dengan tiga bangunannya merupakan klenteng yang letaknya menghadap ke arah laut.
Klenteng pertama bernama kelenteng Fu De Zheng Shen. Yang kedua bernama kelenteng Tian Hou Sheng Mu dan ketiga bernama klenteng Yuan Tien Shang. Terakhir adalah Vihara Dharma Sasana yang dibangun pada tahun 1988.
Keunikan tempat ini adalah banyak sekali terdapat patung-patung dewa dan dewi. Kebanyakan pengunjung yang datang ke tempat ini merupakam wisman yang berasal dari Singapura dan Malaysia, dengan tujuan untuk berziarah.

Menurut sejarah, Senggarang merupakan pemukiman tua yang dibangun oleh komunitas Cina suku Teow Chew pada abad ke – 18 sekitar tahun 1722.

Senggarang tentunya dengan perjalanannya tentunya bahyak menyimpan sejarah peninggalan orang-orang pada zaman dulu.

Sejumlah peninggalan itu saat ini telah dijadikan sebagai lokasi atau objek wisata. Seperti Klenteng dan Vihara, selain itu ada juga rumah peninggalan bersejarah Letnan Tan Soe Lie.

Di Senggarang juga terdapat 7 rumah ibadah yaitu masjid Al Huda, Surau Al Hidayah, Gereja Santa Maria Goretti, komplek Klenteng Tao Sa Kong, Vihara Dharma Sasana, dan Vihara Tirta Maitrea.

Perlu diketahui bahwa dari tujuh rumah ibadah itu,  ada tiga diantaranya masuk dalam kawasan cagar budaya tak bergerak.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Raja Heri Mochrizal mengatakan kawasan Senggarang merupakan salah satu termasuk kota tua yang dihuni etnis Tionghoa.

Kawasan Senggarang menjadi salah satu tujuan destinasi wisata khusunya etnis Tionghoa untuk beribadah maupun untuk singgah di vihara atau klenteng yang usianya sudah sangat lama.

Heri mengatakan Gubernur Kepri juga sudah menetapkan Senggarang menjadi salah satu kawasan prioritas pariwisata. Untuk itu pengembangan dan dukungan pariwisata di Senggarang menjadi salah satu perhatian dari Gubernur Kepri.

Penulis : beritaibukota.com

editor   : redaksi 

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses