Rabu, April 15, 2026
BerandaKesehatanKementerian Kesehatan Terapkan Teknologi Wolbachia untuk Reduksi Penyebaran Demam Berdarah Dengue di...

Kementerian Kesehatan Terapkan Teknologi Wolbachia untuk Reduksi Penyebaran Demam Berdarah Dengue di Indonesia

Beritaibukota.com,KESEHATAN – Kementerian Kesehatan Indonesia telah mengadopsi teknologi terbaru dalam upaya mengurangi penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) di seluruh negeri. Teknologi inovatif ini, yang menggunakan Wolbachia, merupakan hasil dari penelitian yang dilakukan oleh World Mosquito Program (WMP) bersama Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta sejak tahun 2011.

Dilansir dari laman kemkes.go.id, Profesor Adi Utarini dari Universitas Gadjah Mada menjelaskan bahwa Wolbachia merupakan bakteri yang secara alami hidup dalam tubuh serangga, termasuk nyamuk, dan tidak melalui rekayasa genetika. Bakteri ini tidak bisa hidup di luar tubuh serangga inangnya dan tidak dapat mereplikasi diri tanpa bantuan serangga tersebut. Menurut penelitian yang dilakukan oleh 20 ilmuwan independen di Indonesia, risiko dampak buruk terhadap manusia atau lingkungan akibat penggunaan Wolbachia dapat diabaikan.

Teknologi Wolbachia diterapkan di Indonesia dengan metode “penggantian”, di mana nyamuk jantan dan betina yang mengandung Wolbachia dilepaskan ke populasi alami. Hal ini bertujuan agar keturunan nyamuk tersebut juga mengandung Wolbachia. Bakteri Wolbachia berperan dalam menghambat replikasi virus dengue di dalam tubuh nyamuk, sehingga nyamuk yang mengandung Wolbachia tidak dapat menularkan virus dengue saat menghisap darah manusia yang terinfeksi.

Dr. Riris Andono Ahmad dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada menyatakan bahwa hasil uji coba Wolbachia di Yogyakarta pada tahun 2022 berhasil menekan kasus DBD hingga 77% dan mengurangi kebutuhan rawat inap pasien DBD di rumah sakit sebesar 86%.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM), dr. Imran Pambudi, menyoroti bahwa meskipun angka kejadian DBD masih tinggi di Indonesia, teknologi Wolbachia memiliki potensi besar untuk menyelamatkan anak-anak dari dampak penyakit ini.

Teknologi serupa juga telah berhasil di 13 negara lain, seperti Australia, Brazil, Colombia, dan lainnya. Di Singapura, Wolbachia diterapkan dengan metode penurunan jumlah populasi nyamuk. Meskipun demikian, metode ini mensyaratkan pelepasan nyamuk jantan secara terus menerus dan bersifat sementara.

Penerapan teknologi Wolbachia di Indonesia diharapkan dapat menjadi terobosan dalam mengurangi penyebaran DBD, mengurangi beban penyakit, serta menghemat biaya pengendalian penyakit ini di masa depan.

Penulis : beritaibukota.com

editor   : redaksi

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses