Beritaibukota.com,KEPRI – Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), pada tahun 2024 hanya mencapai 60 ribu orang. Angka ini dinilai masih terlalu kecil dan belum mampu menarik minat tinggi wisman untuk berkunjung ke kota tersebut. Hal ini menjadi perhatian serius bagi Dinas Pariwisata Kepri, yang menyatakan perlunya upaya bersama untuk meningkatkan daya saing pariwisata Tanjungpinang.
Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Guntur Sakti mengungkapkan, meskipun pertumbuhan kunjungan wisman ke Kepri cukup tinggi, namun porsi Tanjungpinang di empat pintu masuk utama masih kurang menggembirakan.
“Batam masih mendominasi, sementara Tanjungpinang berada di urutan keempat. Ini menunjukkan bahwa kita perlu mencari solusi bersama untuk meningkatkan daya tarik dan aksesibilitas Tanjungpinang,” ujarnya.
Salah satu masalah utama yang dihadapi adalah aksesibilitas. Harga tiket fery yang tinggi dan jadwal penerbangan yang kurang sesuai menjadi kendala besar bagi wisatawan.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk mencari solusi terbaik, termasuk kemungkinan menambah frekuensi penerbangan dan menekan harga tiket,” jelas Kadis Pariwisata.
*)Daya Tarik Wisata Perlu Ditingkatkan
Selain aksesibilitas, Tanjungpinang juga perlu menciptakan daya tarik wisata yang kompetitif dan memiliki diferensiasi dengan kota-kota lain di Kepri, seperti Batam dan Bintan. “Kuliner, budaya Melayu, dan sejarah adalah kekuatan Tanjungpinang yang perlu terus dikembangkan dan ditata dengan lebih baik,” tambahnya.
Kadis Pariwisata juga menekankan pentingnya sinergi antara Bintan dan Tanjungpinang sebagai destinasi tunggal yang saling melengkapi. “Promosi atraksi, aksesibilitas, dan fasilitas wisata di Pulau Bintan akan lebih efektif jika dilakukan secara bersama-sama dengan Tanjungpinang,” ujarnya.
Dalam waktu dekat, Dinas Pariwisata Kepri akan mengadakan pertemuan dengan berbagai pihak untuk membahas strategi promosi yang lebih efektif. “Dengan bertambahnya hotel dan resort jaringan internasional di kawasan Lagoi, kami berharap pelaku industri dapat mendorong penerbangan langsung atau charter flight ke Bintan via Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang,” ungkapnya.
Selain itu, relaksasi visa khusus Kepri yang telah dan akan terus diperjuangkan oleh Gubernur Kepri diharapkan dapat menjadi insentif regulasi yang membuat iklim pariwisata Kepri semakin kompetitif. “Kami berharap kebijakan ini dapat memantik semangat para pelaku pariwisata untuk menciptakan permintaan yang lebih besar,” tambahnya.
Dengan berbagai upaya yang sedang dan akan dilakukan, Dinas Pariwisata Kepri optimis bahwa jumlah kunjungan wisman ke Tanjungpinang dapat meningkat secara signifikan. “Kami yakin, dengan kerja sama semua pihak, Tanjungpinang dapat menjadi destinasi wisata yang lebih menarik dan kompetitif di kancah internasional,” pungkasnya.
Peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara tidak hanya akan memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata, tetapi juga bagi perekonomian masyarakat setempat. Oleh karena itu, upaya untuk memperbaiki aksesibilitas, meningkatkan daya tarik wisata, dan melakukan promosi yang efektif menjadi kunci utama dalam menggaet lebih banyak wisman ke Tanjungpinang.
Penulis : beritaibukota.com
editor : redaksi



