Beritaibukota.com,TANJUNGPINANG – Menjelang Idulfitri 1446 H, jajaran Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Tanjungpinang bersama Satgas Pangan Polresta melakukan pemantauan harga dan ketersediaan sembako di Pasar Bintan Center, Jumat (28/3).
Hasilnya, stok dinyatakan aman meski beberapa komoditas mengalami kenaikan harga.
Kepala Disdagin Riany mengatakan adanya kenaikan untuk daging ayam dari Rp35.000 ke Rp38.000/kg (harga tertinggi Rp40.000). Sementara untuk harga daging sapi Stabil Rp170.000/kg berkat kesepakatan pemerintah-pelaku usaha.
Sementara itu untuk harga santan segar melonjak akibat ekspor kelapa ke Vietnam/Malaysia (Rp8.000/butir vs harga lokal Rp3.500-4.000).
Untuk jenis ikan tongkol Rp30.000-33.000/kg dan selar Rp38.000-40.000/kg akibat cuaca buruk.
*)Langkah Antisipasi Pemerintah
Moratorium ekspor kelapa, Gubernur Kepri mengusulkan penundaan ekspor 3-6 bulan ke Kementerian Perindustrian. Begitu juga dengan biaya tambahan ekspor dan dana akan dialokasikan untuk subsidi petani. Selain itu juga dilaksanakan pengawasan distributor terkait peringatan agar tidak menaikkan harga secara spekulatif.
“Kami prioritaskan stabilisasi pasokan. Untuk santan, stok kemasan seperti merek Kara tetap tersedia,” tegas Riany.
Salah satu warga Tanjungpinang, Mardiah (42), mengeluhkan kenaikan harga untuk daging sapi dari Rp150.000 ke Rp170.000/kg. Begitu juga dengan harga santan segar Rp40.000/liter.
Pemantauan akan terus dilakukan hingga Hari Raya guna memastikan harga terjangkau.
“Kami berkomitmen agar masyarakat bisa berbelanja dengan nyaman,” tutup Riany.
penulis : beritaibukota.com
editor : redaksi


