Rabu, April 15, 2026
BerandaTanjungpinangKrisis Air di Pinang: Kedai Kopi Tutup Toilet, Laundry dan Pembelian Air...

Krisis Air di Pinang: Kedai Kopi Tutup Toilet, Laundry dan Pembelian Air Masuk Daftar Tunggu

Beritaibukota.com,TANJUNGPINANG – Sejumlah kedai kopi di Tanjungpinang terpaksa menutup sementara fasilitas kamar mandi bagi pelanggan akibat krisis air bersih. Kondisi ini dipicu oleh menipisnya persediaan air di waduk yang selama ini menjadi salah satu sumber pasokan utama bagi warga dan pelaku usaha.

Pantauan Jumat (13/2/2026), beberapa kedai kopi memasang pemberitahuan bahwa toilet tidak dapat digunakan karena keterbatasan air.

“Air benar-benar dibatasi. Untuk kebutuhan dasar seperti mencuci peralatan saja kami harus sangat hemat, jadi terpaksa kamar mandi tidak bisa dipakai pelanggan,” ujar salah satu pemilik kedai di Bintan Center.

Pemilik kedai kopi lainnya mengatakan sudah tiga hari ini persediaan air kosong karena air tidak jalan-jalan.

Tak hanya sektor kuliner, usaha laundry juga terdampak signifikan. Sejumlah pemilik laundry mengaku harus membatasi jumlah pakaian yang diterima setiap hari. Minimnya stok air membuat proses pencucian tidak bisa dilakukan secara normal.

“Sekarang kami pakai sistem antrean. Pelanggan yang menitipkan baju harus menunggu beberapa hari, bahkan sampai seminggu, baru bisa dicuci,” kata seorang pengelola laundry.

Kesulitan air ini bukan tidak mungkin sebagian usaha akan menghentikan operasional sementara.

Bahkan, warga yang ingin membeli air bersih pun harus masuk daftar tunggu. Permintaan yang meningkat tajam tidak sebanding dengan ketersediaan suplai, sehingga distribusi dilakukan secara bergiliran.

“Biasanya bisa langsung kirim, sekarang harus antre. Kadang baru dapat kiriman dua sampai tiga hari kemudian,” ujar ibu Lia seorang warga.

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat untuk mengatasi persoalan ini, termasuk optimalisasi distribusi air bersih serta solusi jangka panjang untuk menjaga ketersediaan air di waduk.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait kapan pasokan air akan kembali normal.

Sementara itu penjelasan Penjelasan Direktur Perumda Air Minum Tirta Kepri, Abdul Kholik, Kamis (12/2/2026) menyampaikan saat ini hanya dua waduk yang masih tergolong stabil untuk ketersediaan air baku yaitu Sungai Pulai yang masih aman dengan ketinggian air waduk 2,5 meter dan waduk di Kijang.

Sementara untuk waduk Gesek dan Tanjunguban mengalami penurunan drastis ketersediaan sumber air baku.

Untuk waduk Gesek saja ketinggian air tinggal 40-50 centimeter saja dihitung dari mistar.

Penulis : beritaibukota.com

editor    : redaksi

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses