Beritaibukota.com,KEPRI – Dinas Pariwisata Kepri akan menggelar acara Pameran Batik Kepri di Atrium Nagoya Hill Batam. Pameran Batik bakal berlangsung Sabtu-Minggu (19-20 Maret). Sebanyak 20 stan telah disediakan sebagai tempat pameran sejumlah jenis batik unggulan dari masing-masing Kabupaten/Kota di Kepri.
Kabid Pengembangan Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau, Afitri, mengatakan pameran batik Kepri ini memberi peluang pelaku usaha khususnya Batik di Kepri untuk lebih mengembangkan dan meningkatkan pemasarannya.
“Even ini menggandeng kerjasama juga dengan shopee dan buka lapak. Jadi nanti kedepan para pelaku usaha batik sudah bisa menjual barangnya lewat shopee dan buka lapak,” kata Afitri saat melaksanakan konferensi pers dengan sejumlah awak media di Kantor Dinas Pariwisata Kepri, Rabu (16/6).
Afitri juga mengatakan dalam pameran batik Kepri nanti tidak hanya sekedar pameran tapi juga ada penjualan. Uniknya dalam melakukan transaksi jual beli sudah tidak menggunakan uang tunai lagi tapi dengan QRIS. QRIS merupakan aplikasi yang sekarang sudah dibakukan Bank Indonesia untuk transaksi jual beli terutama di bidang UMKM.
“Semua pelaku usaha pameran batik Kepri yang ikut sudah didaftarkan ke BI untuk barcode QRIS. Ini menjadi salah satu langkah untuk mendukung program pemerintah,” kata Afitri.
*)Sayembara Design Batik Kepri

Afitri mengatakan acara pameran batik Kepri akan diisi banyak kegiatan. Diantaranya talkshow, lomba mewarnai untuk anak-anak dan salah satu poin pentingnya yaitu sayembara design batik Kepri.
Sayembara ini terbuka untuk semua warga baik di Kepri maupun secara nasional. Sayembara boleh diikuti secara pribadi maupun kelompok. Syarat pendaftaran dengan mengisi formulir di https://tinyurl.com/LombaDesignBatikKB2022
Semua peserta tidak akan dipungut biaya pendaftaran. Afitri mengatakan pendaftaran akan ditutup pada hari Minggu (20/3). Masing-masing tim juri berasal dari pengrajin batik, Dispar Kepri, Disbud Kepri dan eksekutor penentuan nantinya Gubernur Kepri.
“Jadi yang keluar sebagai juara, hasil design nya nanti akan diangkat menjadi lambang batik Kepri. Nanti yang dinilai bukan hanya keindahan tapi juga filosofi,” kata Afitri. (nto)



