Beritaibukota.com,OLAHRAGA – Bagi sebagian orang, sepak bola lebih dari sekadar permainan. Begitu pula bagi Hilbert Iddo Hasudungan. Seorang ASN di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, ia rela berjuang selama tiga hari hanya demi satu tujuan. Tujuannya mendapatkan tanda tangan Paus Fransiskus pada sebuah bola sepak. Usahanya tak sia-sia.
Bola istimewa itu kini diterima langsung oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, dan akan menjadi bagian dari Museum Bola Indonesia yang sedang direncanakan.
Kisah ini dimulai saat kunjungan Paus Fransiskus ke Jakarta awal September lalu. Di tengah kesibukannya sebagai pegawai negeri, Hilbert memutuskan untuk meluangkan waktu dan berjuang melewati prosedur keamanan yang ketat serta kerumunan ribuan orang hanya untuk mendekati Paus.
Berbekal harapan dan keberanian, ia berhasil mendapatkan tanda tangan Paus pada bola yang dibawanya—sebuah simbol kebanggaan yang tak ternilai bagi dirinya dan, tentu saja, bagi seluruh pecinta sepak bola Indonesia.
“Ini bukan sekadar bola,” ujar Hilbert saat menyerahkannya kepada Erick Thohir di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (21/9) dilansir dari laman pssi.org.
Hilbert mengatakan bola yang mendapatkan tandatangan pimpinan Katolik ini adalah simbol harapan dan perdamaian yang saya ingin persembahkan untuk sepak bola Indonesia.
“Saya ingin melihat sepak bola kita terus maju dan menjadi inspirasi bagi banyak orang,” ujarnya.
Bola yang kini diterima oleh PSSI tersebut akan menjadi salah satu koleksi pertama Museum Bola Indonesia. Menurut Erick Thohir, bola bertanda tangan Paus Fransiskus ini adalah simbol keberkahan dan harapan baru bagi dunia sepak bola tanah air.
“Bola ini bukan hanya sebuah benda, tapi memiliki makna yang dalam. Ini adalah bukti bahwa sepak bola bisa menyatukan, bahkan melampaui batas-batas kepercayaan dan budaya. Hilbert telah menunjukkan bahwa cinta terhadap sepak bola bisa menggerakkan siapa saja untuk melakukan hal-hal luar biasa,” kata Erick dengan penuh rasa terima kasih.
Erick menambahkan bahwa nantinya, bola tersebut akan disimpan di museum dengan menggunakan nama Hilbert sebagai penghargaan atas dedikasi dan pengorbanannya.
“Kami berharap museum ini bukan hanya menjadi tempat memajang memorabilia, tapi juga menjadi saksi cerita-cerita inspiratif seperti yang dilakukan oleh Bang Hilbert ini. Sepak bola seharusnya menjadi alat pemersatu, pembawa pesan perdamaian, dan bukan sekadar olahraga,” tambahnya.
Bola berkah ini telah mengajarkan kita tentang arti pengorbanan, harapan, dan cinta pada sepak bola. Siapa sangka, perjuangan Hilbert yang sederhana ini mampu menyentuh hati banyak orang, termasuk Ketua Umum PSSI.
Kini, bola itu akan menjadi bagian dari sejarah dan inspirasi yang abadi bagi generasi mendatang. Sebuah kisah yang akan terus diceritakan, mengingatkan kita bahwa sepak bola memiliki kekuatan untuk merajut persatuan dan harapan yang tak terduga.
penulis : beritaibukota.com
editor : redaksi



