Sabtu, April 4, 2026
BerandaPariwisataDesa Wisata Pengudang, Kawasan Strategis Pariwisata Berbasis Masyarakat dan Lingkungan

Desa Wisata Pengudang, Kawasan Strategis Pariwisata Berbasis Masyarakat dan Lingkungan

Beritaibukota.com,PARIWISATA – Kabupaten Bintan menjadi lumbungnya wisata di Provinsi Kepri. Banyak kawasan strategis pariwisata yang terdapat di Kabupaten ini.

Salah satunya Desa Wisata Pengudang sebuah desa pesisir yang menjadi desa wisata berbasis masyarakat dan lingkungan. Setidaknya ada tiga andalan wisata di desa ini yaitu padang lamun, terumbu karang dan bakau.

Desa Pengudang berada Kecamatan Teluk Sebong. Desa ini menjadi salah satu Kawasan Konservasi Padang Lamun berbasis masyarakat.

Terintegrasi dengan kawasan Bintan Resort menjadikan desa Pengudang sebagai salah satu tujuan utama dalam ber ekowisata di Pulau Bintan. Akses jalan menuju desa Pengudang terbilang cukup baik dengan aspal.

Desa Pengudang menawarkan keindahan bahari salah satunya adalah menjelajah dan menikmati keindahan alam bawah laut di Bengkel Wisata Pengudang Bintan Mangrove.

Keindahan bawah laut ini menjadi salah satu daya tarik wisatawan lokal dan mancanegara yang menyukai petualangan bawah laut dengan menyelam atau snorkeling.

Keindahan bawah laut yang ditawarkan berupa terumbu karang dan berbagai jenis biota laut dengan warna yang menarik.

Kondisi laut di desa ini masih sangat jernih karena warga desa yang sadar akan pentingnya kelestarian lingkungan dalam keberlangsungan hidup. Keindahan bawah laut ini didukung fasilitas yang disediakan oleh Komunitas Pengudang Bintan Mangrove selaku pengelola ekowisata di desa ini.

Ketika para turis memesan paket snorkeling mereka akan difasilitasi seorang tour guide lokal dan perlengkapan menyelam sehingga dapat menikmati indahnya pemandangan bawah laut yang ada di desa ini.

Dilansir dari laman desa wisata pengudang, Desa Pengudang sebagai wilayah yang dipilih sebagai konservasi lamun, dugong, dan penyu hijau dalam pilot project DSCP (Dugong Seagrass Conservation Project) memungkinkan para turis dapat menyaksikan spesies langka Dugong saat melakukan snorkeling.

Mengunjungi Desa Pengudang juga akan menikmati hutan mangrove dengan panjang yang membentang sejauh 4 kilometer. Di kawasan ini ketika malam hari wisatawan dapat melihat fireflies atau kunang-kunang yang menyelimuti hutan mangrove yang memanjakan mata setiap insan yang menyaksikan.

Selain itu desa Pengudang juga memiliki sebuah pantai alami dan tidak berpenghuni dengan batuan granit yang unik pantai tersebut adalah Pantai Batu Junjung.

Pantai Batu Junjung adalah pantai alami yang membentang di Desa Pengudang, dengan pasir halus dan batuan granit yang unik Pantai Batu Junjung siap memanjakan mata para wisatawan, tempat ini seringkali dijadikan lokasi kemah untuk para peneliti yang sedang melakukan penelitian di Desa Pengudang.

Hal ini yang menyebabkan Desa Pengudang menjadi salah satu desa dengan project penelitian yang cukup banyak dibandingkan dengan desa-desa lain yang ada di Pulau Bintan.

Nama pantai ini diambil dari kondisi batuan granit yang saling tumpang tindih sehingga menciptakan bentuk seperti sedang menjunjung sesuatu. Tidak jarang Pantai Batu Junjung dijadikan tujuan wisata oleh turis lokal maupun turis mancanegara hanya untuk melepas penat atau melakukan camping di area Pantai Batu Junjung.

Plt Kadis Pariwisata Kepri, Heri Mokhrizal, mengatakan berwisata ke Desa Pengudang akan menemukan banyak kenimkatan tersendiri. Di Desa Pengudang banyak objek wisata yang bisa dinikmati.

“Seperti halnya berkeliling memutari bakau, melihat keindahan bawah laut dan menikmati pantai semua tersedia di Desa Pengudang. Maka tak salah jika Desa Pengudang menjadi salah satu kawasan strategis pariwisata di Kepri,” kata Heri.

Penulis : beritaibukota.com

editor   : redaksi

 

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses