Sabtu, Mei 23, 2026
BerandaKesehatanMenkes Budi Tegaskan Kasus Pelecehan oleh Oknum Tak Boleh Rusak Citra Ribuan...

Menkes Budi Tegaskan Kasus Pelecehan oleh Oknum Tak Boleh Rusak Citra Ribuan Dokter Indonesia

Beritaibukota.com,KESEHATAN – Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menegaskan bahwa kasus dugaan pelecehan seksual oleh oknum dokter tidak boleh merusak kepercayaan publik terhadap profesi dokter di Indonesia yang selama ini dikenal memiliki dedikasi tinggi.

“Kita punya hampir 300 ribu dokter di Indonesia. Jangan sampai tindakan segelintir oknum merusak kepercayaan masyarakat terhadap profesi dokter secara keseluruhan,” ujar Menkes Budi dalam keterangan persnya, Senin (21/4/2025).

Menkes menekankan pentingnya bersikap adil dan proporsional dalam menyikapi kasus tersebut. Menurutnya, mayoritas dokter bekerja dengan penuh etika dan profesionalisme.

“Dokter-dokter baik jumlahnya jauh lebih banyak. Jangan sampai yang baik-baik ini tertutup oleh ulah oknum yang ngaco,” tegasnya.

*) Sistem Pengawasan Profesi Medis Akan Diperkuat Lewat UU Kesehatan

Budi mengakui bahwa sistem pengawasan dan penegakan etik profesi medis masih memiliki banyak kelemahan, terutama dalam hal transparansi dan ketegasan sanksi. Hal ini membuka celah bagi pelanggaran.

“Ketika sistem tidak transparan dan tidak tegas, oknum merasa bebas berbuat tanpa pengawasan. Akibatnya, kepercayaan masyarakat pun terganggu,” jelasnya.

Sebagai bagian dari reformasi, pemerintah berkomitmen memperkuat sistem pengawasan melalui implementasi Undang-Undang Kesehatan terbaru. UU ini memungkinkan pemerintah melakukan identifikasi, pencatatan rekam jejak pelanggar, serta distribusi data ke seluruh fasilitas pelayanan kesehatan dan dinas kesehatan daerah.

“Langkah ini penting agar kita bisa melindungi mayoritas dokter yang selama ini bekerja dengan benar dan bertanggung jawab,” ujar Menkes.

*) Evaluasi Pendidikan Profesi Dokter Spesialis Jadi Sorotan

Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek), Prof. Brian Yuliarto, menekankan pentingnya momentum ini sebagai evaluasi terhadap sistem pendidikan profesi kedokteran, terutama di jenjang spesialis.

“Tentu ada hal-hal yang masih belum sempurna. Mari kita perbaiki agar ke depan program pendidikan dokter spesialis bebas dari praktik-praktik yang bisa mencoreng nama baik profesi,” kata Prof. Brian.

Ia berharap agar seluruh institusi pendidikan dokter di Indonesia terus menjunjung tinggi nilai etika, profesionalisme, dan kemanusiaan, guna mencegah terulangnya kasus serupa di masa mendatang.

penulis : beritaibukota.com

editor   : redaksi

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses