Minggu, Februari 25, 2024
BerandaNasionalMenteri Bappenas Panggil Ansar ke Jakarta Bahas Jembatan Babin dan Pembangunan Penyengat

Menteri Bappenas Panggil Ansar ke Jakarta Bahas Jembatan Babin dan Pembangunan Penyengat

Beritaibukota, JAKARTA – Gubernur Ansar Ahmad dipanggil secara khusus oleh Menteri Bappenas Soeharso Monoarfa, Senin (24/5).

Ansar dipanggil ke Jakarta membicarakan kelanjutan mega proyek Jembatan Batam – Bintan (JBB) serta rencana revitalisasi Pulau Penyengat yang akan dimulai tahun 2022

Setelah melantik Wan Siswandi dan Rodial Huda sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Natuna terpilih masa jabatan 2021-2024 di Gedung Daerah Tanjungpinang, Ansar Ahmad SE MM langsung terbang ke Jakarta.

Dalam rapat dan pertemuan di Kementerian Bappenas yang dipimpin langsung oleh Menteri Soeharso Monoarfa itu, Ansar diminta laporkan kesiapan Pemprov Kepri tentang akan direalisasikannya dua proyek strategis tersebut.

“Tadi Pak Menteri Bappenas minta laporan tentang kesiapan kita menyongsong realisasi proyek Jembatan Batam-Bintan dan revitalisasi Pulau Penyengat. Semua sudah kita laporkan dan Kementerian Bappenas mendukung penuh. Dan sejauh ini Bappenas terus memproses dua agenda besar kita itu,” kata Gubernur Ansar Ahmad.

Sampai saat ini, untuk rencana mega proyek Jembatan Batam – Bintan dan revitalisasi Pulau Penyengat masih terus dibahas di Bappenas. “Alhamdulillah prosesnya lancar. Kita minta dukungan dan doa masyarakat Kepri agar bisa cepat terealisasi, lancar dan tidak ada kendala di lapangan,” jelas Gubernur.

Khusus penataan Pulau Penyengat, jelas Ansar Ahmad, Menteri Bappenas berpesan agar dikelola dengan konsep green island. Pengelolaannya harus memperhatikan sistem persampahan, kendaraan yang ramah lingkungan dan penataan permukiman warga yang memperhatikan aspek-aspek tata kelola lingkungan yang baik.***

Sumber : Humas Pemprov Kepri

Editor : Rinto Situmorang

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.