Beritaibukota,com,PARIWISATA – Vihara Ksitigarbha Bodhisatvva yang terletak di Jalan Asia Afrika KM 14, Tanjungpinang atau yang lebih dikenal dengan sebutan Patung Seribu merupakan salah satu tempat yang sering dikunjungi wisatawan mancanegara di Tanjungpinang.
Kawasan Vihara ini menjadi kawasan objek wisata religi yang menghadirkan sejuta pesona yang membuat pengunjung terkagum-kagum.
Setibanya di depan Vihara para pengunjung akan disambut gapura megah yang penuh dengan ukiran. Berjalan beberapa langkah memasuki kawasan patung seribu akan terlihat patung besar sedang duduk menyambut para pengunjung. Patung ini sering dijadikan para pengunjung sebagai latar pengambilan foto.
Memasuki sisi kiri vihara, para pengunjung bisa membaca tulisan yang terdapat di sekitar tembok. Tulisan itu berupa cerita perjalanan Budha sampai tingkat Mahayana
Setelah memasuki kawasan vihara di dalamnya akan terpampang ratusan patung yang berjejer dengan segala bentuk dan makna yang tersirat dari setiap patung. Jika dilihat lama-kelamaan patung tersebut seakan-akan hidup karena dibuat sedemikian rupa.
Melihat patung dengan beraneka wajah dan bentuk itu menjadi tujuan para pengunjung. Maka setiap pengunjung yang datang ke tempat itu pasti akan mengabadikan foto bersama patung-patung tersebut.
Patung-patung itu dibatasi dengan pagar. Dengan demikian para pengunjung tidak diperkenankan menyentuh atau melompati pagar untuk bisa melihat lebih dekat.
Meskipun demikian para pengunjung sudah mendapat kepuasan ketika bisa melihatnya. Ekspresi patung bermacam-macam. Mulai dari ekspresi tersenyum, perang, tertawa, sedih dan ekspresi gambaran lainnya.
“Jika dilihat terus-terusan patung itu seakan-akan hidup dan nyata,” kata Thomi salah satu pengunjung.
Vihara ini merupakan tempat beribadah umat Budha yang sudah menjadi kawasan wisata religi di Provinsi Kepulauan Riau. Vihara ini termasuk vihara terbesar se-Asia Tenggara setelah China.
Vihara ini letaknya tidak terlalu jauh dari pusat kota Tanjungpinang. Bagi pengunjung yang ingin mendatangi tempat ini untuk mengambil jalah arah Kijang. Jarang tempuh kurang lebih 15 menit dari kota Tanjungpinang.
Di Kilometer 14 sebelah kanan akan ada nanti plang bertuliskan jalan Asia Afrika (km 14). Mengikuti jalan itu ke dalam maka nanti sudah nampak bangunan vihara.
Vihara ini dibangun pada tahun 2006. Jumlah patung yang ada di lokasi jumlahnya sekitar 500 patung dengan karakter yang berbeda. Disebut patung seribu oleh masyarakat sekitar dikarenakan banyaknya jumlah patung yang ada di dalam vihara.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Heri Mokhrizal mengatakan patung itu dibuat dari granit muda dan didatangkan dari Tiongkok. Vihara itu sudah sangat banyak dikunjungi oleh wisatawan mancanegara.
“Apalagi ketika perayaan Imlek jumlahnya lebih membludak untuk ibadah dan wisata,” ujar Heri.
penulis : beritaibukota.com
editor : redaksi



