Beritaibukota.com,KEPRI – Sejarah menjadi salah satu daya tarik wisata untuk berkunjung ke suatu daerah. Provinsi Kepri sebagai salah satu pusat sejarah Indonesia tentu menjadi daya jual pariwisata yang dinimati baik warga lokal maupun mancanegara.
Plt Kadis Pariwisata Kepri, Luki Zaiman Prawira, mengatakan di Provinsi Kepri banyak tempat sejarah yang bisa dikunjungi. Salah satu yang paling di kenal yaitu Pulau Penyengat.
“Semakin terkenalnya Pulau Penyengat maka setiap pejabat negara yang datang ke Kepri akan menyempatkan untuk berkunjung ke Pulau Penyengat,” kata Luki Sabtu (20/8).
Luki juga mengatakan Pemerintah Provinsi Kepri juga saat ini memberikan perhatian khusus terhadap Pulau Penyengat dengan melakukan revitalisasi Pulau Penyengat dalam waktu dekat.
Revitalisasi ini tentu dilakukan dalam rangka menjaga nilai sejarah Pulau Penyengat sendiri. Apalagi Pulau Penyengat terdaftar sebagai Cagar Budaya Warisan Dunia.
Sementara itu dilansir dari laman kemenparekraf, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan sejarah menjadi salah satu tema wisata yang diminati wisatawan terutama di masa pariwisata era baru pascapandemi COVID-19.
“Jadi wisata berbasis heritage, wisata berbasis pusaka, wisata berbasis sejarah ini menjadi salah satu tema pariwisata yang banyak diminati, karena selain daya tariknya yang kuat juga sesuai dengan tren pariwisata era baru,” kata Menparekraf Sandiaga Uno saat hadir di acara “Temu Pusaka Indonesia 2022” di Lapangan Siak Bermadah, Siak, Riau, Sabtu (20/8)
Menparekraf menjelaskan, tren pariwisata era baru yang berkembang setelah terjadinya pandemi COVID-19 adalah pariwisata yang personalize, customize, localize, and smaller in size. Pariwisata berbasis sejarah, termasuk pusaka, sesuai dengan karakter tersebut. Dalam arti tidak dilakukan dalam kelompok yang besar (mass tourism) namun memberikan pengalaman berwisata yang kuat. Sejalan dengan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.
“Wisata sejarah juga membawa manfaat terutama jika dikemas dengan dilengkapi kearifan lokal. Destinasinya di-branding dengan cermat dan pengembangannya dikemas dengan penuh kemaslahatan bagi masyarakat,” kata Sandiaga. (redaksi)



