Selasa, Maret 5, 2024
BerandaNasionalTeknis Negoisasi dan Penyusunan Dokumen Sangat Dibutuhkan Dalam Memuluskan Perjanjian Kerjasama Internasional

Teknis Negoisasi dan Penyusunan Dokumen Sangat Dibutuhkan Dalam Memuluskan Perjanjian Kerjasama Internasional

Beritaibukota.com,NASIONAL – Bekal tentang teknis negosiasi dalam perjanjian kerjasama internasional dan penyusunan dokumennya sangat diperlukan dalam menjalankan tugas dan fungsi Kemenko Marves untuk mewujudkan cita-cita Indonesia menjadi Poros Maritim Dunia.

Kepala Bagian Administrasi Umum Romi Firman mengatakan sebagian besar pegawai Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi adalah para generasi muda milenial.

Maka untuk memberikan bekal kepada para pegawainya, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi melalui Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi menyelenggarakan kegiatan pembekalan tentang Penyusunan Naskah Kerja Sama dan Teknik Negosiasi Perjanjian Internasional Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Dikutip dari laman Kemenkomarves hari Kamis (23/12), Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi, Lukijanto mengatakan Kemenko Marves merupakan salah satu kementerian/lembaga yang berperan dalam melakukan kerja sama antar pemerintah RI dengan negara lain.

Untuk itu, perlu dilakukan pembekalan tentang penyusunan naskah kerja sama dan teknik negosiasi perjanjian internasional, khususnya bagi pegawai baru di Deputi bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi.

“Saya harap kita semua dapat memahami secara utuh bagaimana proses Perjanjian Internasional itu dibuat, dan bagaimana perkembangannya saat ini, mengingat situasi saat ini yang berbeda karena adannya Pandemi Covid-19,” tambahnya.

Sementara itu Kepala Bagian Administrasi Umum Romi Firman sebagai moderator sesi diskusi menyampaikan bahwa sebagian besar pegawai Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi adalah para generasi muda milenial. “Bekal tentang teknis negosiasi dalam perjanjian kerjasama internasional dan penyusunan dokumennya sangat diperlukan dalam menjalankan tugas dan fungsi Kemenko Marves untuk mewujudkan cita-cita Indonesia menjadi Poros Maritim Dunia,” tegasnya.

Begitu juga dengan Sekretaris Ditjen HPI Donatirin menekankan terkait lima hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan Perjanjian Internasional. “Lima Kriteria Aman dalam pembuatan Perjanjian Internasional adalah Politis, Yuridis, Teknis, Keamanan dan Keuangan”, terangnya.

Hal ini juga ditambahkan oleh perwakilan Departemen Hukum Bisnis Transnasional Fakultas Hukum UNPAD Prita Amalia terkait bagaimana melakukan negosiasi atau perundingan awal, sehingga tercapai suatu kesepakatan yang strategis dan mewakili kepentingan nasional.

Kemudian, dalam kegiatan tersebut juga disampaikan bagaimana membuat Minutes of Meeting (MoM) yang baik sehingga seluruh poin-poin pembahasan rapat hasil koordinasi atau negosiasi/perundingan dapat terdokumentasi dengan baik. Lalu, bagaimana menuangkan poin-poin yang menjadi kesepakatan bersama antara para pihak ke dalam sebuah naskah perjanjian. (fik)

 

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.