Minggu, Maret 8, 2026
BerandaKesehatanWamenkes Dante Soroti Tingginya Kasus Kanker Serviks di Indonesia, Dorong Deteksi Dini...

Wamenkes Dante Soroti Tingginya Kasus Kanker Serviks di Indonesia, Dorong Deteksi Dini dan Vaksinasi HPV

 

Beritaibukota.com,KESEHATAN – Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. Dante Saksono Harbuwono, menyampaikan keprihatinannya atas tingginya angka kasus kanker serviks di Indonesia dalam diskusi bertajuk “Reafirmasi Komitmen Eliminasi Kanker Serviks”. Saat ini, kanker serviks merupakan jenis kanker terbanyak kedua di Indonesia.

Menurut data Kementerian Kesehatan, setiap tahun terdapat lebih dari 36.000 kasus baru kanker serviks. Ironisnya, sekitar 70 persen dari kasus tersebut baru terdeteksi saat memasuki stadium lanjut, yang secara signifikan meningkatkan risiko kematian.

“Harapan saya, diskusi ini bisa membuka sudut pandang baru, melahirkan solusi, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor, baik pemerintah, swasta, praktisi, maupun masyarakat luas,” ujar Prof. Dante, Kamis (24/04/2025) dilansir dari laman kemkes.go.id.

Ia menyoroti rendahnya angka deteksi dini kanker serviks sebagai penyebab utama tingginya angka kematian. Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan mengedepankan pendekatan promotif dan preventif, seperti vaksinasi HPV serta pemeriksaan skrining HPV DNA secara berkala.

Sebagai bentuk keseriusan, Kemenkes telah menyusun Rencana Aksi Nasional Eliminasi Kanker Serviks, yang berfokus pada tiga pilar strategis:

  1. Vaksinasi HPV untuk anak perempuan dan laki-laki usia 15 tahun.
  2. Skrining HPV DNA untuk perempuan usia 39 tahun.
  3. Penatalaksanaan standar untuk perempuan dengan kanker serviks invasif.

“Jika ketiga pilar ini dijalankan secara komprehensif dan terkoordinasi, saya optimis kita bisa menurunkan angka kematian dan mencapai eliminasi kanker serviks di seluruh Indonesia,” tegas Wamenkes Dante.

Mulai tahun 2025, layanan skrining HPV DNA akan diintegrasikan dalam program pemeriksaan kesehatan gratis nasional, guna memperluas jangkauan deteksi dini kanker serviks dan mencegah perkembangan penyakit ke stadium lanjut.

Namun demikian, tantangan geografis masih menjadi hambatan signifikan, terutama di wilayah terpencil dan kepulauan yang belum memiliki akses layanan kesehatan yang memadai.

Sebagai solusi, Kementerian Kesehatan berencana membangun laboratorium pendukung di seluruh kabupaten dan kota. Fasilitas ini akan mempercepat proses diagnosis kanker serviks, khususnya di daerah yang belum memiliki peralatan medis yang cukup.

Selain itu, akan dilakukan evaluasi menyeluruh di tingkat Puskesmas, agar layanan deteksi dini kanker serviks menjadi bagian dari pelayanan kesehatan rutin yang mudah diakses, terjangkau, dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

Dengan sinergi antara kebijakan, infrastruktur, dan kesadaran masyarakat, diharapkan eliminasi kanker serviks di Indonesia bukan hanya sekadar wacana, melainkan sebuah target yang bisa tercapai dalam waktu dekat.

penulis : beritaibukota.com

editor   : redaksi

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses