Rabu, April 15, 2026
BerandaUncategorizedTokoh Adat dan Pemuda Melayu Dukung Kebijakan Budaya ASN ala Lis Darmansyah

Tokoh Adat dan Pemuda Melayu Dukung Kebijakan Budaya ASN ala Lis Darmansyah

Beritaibukota.com,TANJUNGPINANG – Pemerintah Kota Tanjungpinang kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat karakter, budaya, dan spiritualitas aparatur sipil negara (ASN).

Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, bersama Wakil Wali Kota, Drs. H. Raja Ariza, resmi meluncurkan tiga kebijakan strategis yang menitikberatkan pada penguatan identitas budaya Melayu dan nilai-nilai religius.

Tiga kebijakan tersebut mulai diberlakukan sejak awal April 2025 dan diumumkan dalam apel gabungan pertama pasca-libur Idulfitri, Rabu (9/4/2025), yaitu: Kewajiban ASN mengenakan tanjak dan busana Melayu setiap hari Jumat, Pelaksanaan apel pagi rutin di seluruh OPD dan Penyelenggaraan kegiatan keagamaan mingguan setiap hari Jumat.

Lis Darmansyah menegaskan bahwa kebijakan ini bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan bagian dari upaya membentuk karakter ASN Tanjungpinang yang berbudaya, disiplin, dan religius.

“Ini adalah langkah membangun jati diri ASN yang kuat secara budaya, disiplin dalam bekerja, serta memiliki kedalaman spiritual,” kata Lis di hadapan ratusan ASN Tanjungpinang.

*)Didukung LAM, Hulubalang, dan GERAM Kepri

Kebijakan bernuansa budaya dan spiritual ini mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Tanjungpinang, Juramadi Esram, mengapresiasi langkah Pemko Tanjungpinang yang menurutnya merupakan bentuk nyata pelestarian budaya lokal.

“Pemko Tanjungpinang menunjukkan bahwa pelestarian adat tidak hanya menjadi wacana, tapi diimplementasikan dalam kebijakan nyata,” ujarnya.

Senada, Panglima Hulubalang LAM, Dato’ Yudi Irawan, menyatakan bahwa kewajiban mengenakan busana Melayu bagi ASN adalah ekspresi identitas daerah yang patut dibanggakan.

“Tanjungpinang sebagai Bunda Tanah Melayu harus jadi contoh dalam menjaga simbol dan nilai budaya,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Generasi Anak Melayu Kepri (GERAM Kepri), Aryandi, menilai kebijakan ini sebagai benteng moral di tengah derasnya arus globalisasi. Namun, ia menekankan pentingnya pengawasan dan pemahaman atas makna kebijakan tersebut.

“Jangan sampai hanya menjadi seremonial. ASN harus memahami filosofi di balik kebijakan ini agar benar-benar terinternalisasi,” jelasnya.

Kebijakan yang digagas Lis dan Raja Ariza merupakan bagian dari visi besar “Tanjungpinang Berbenah”, yang tak hanya berfokus pada pembangunan fisik dan pelayanan publik, tetapi juga pada pembentukan karakter ASN yang menyatu dengan akar budaya Melayu dan nilai keagamaan.

penulis : beritaibukota.com

editor    : redaksi

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses