Sabtu, Mei 2, 2026
BerandaBintanAngka Kekerasan Anak di Bintan Mencapai 33 Kasus, Aupa Minta Keluarga Perbanyak...

Angka Kekerasan Anak di Bintan Mencapai 33 Kasus, Aupa Minta Keluarga Perbanyak Kegiatan Positif

Beritaibukota.com,BINTAN – Kekerasan terhadap anak masih menjadi masalah yang masih sering ditemukan akhir-akhir ini. Berbagai faktor menjadi penyebab terjadinya kekerasan baik yang dilakukan keluarga sendiri maupun pihak luar.

Bahkan angkanya bisa mengalami peningkatan tiap tahunnya. Seperti yang dialami di Kabupaten Bintan. Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Bintan angka kekerasan anak di tahun 2023 masih banyak ditemukan.

Kepala DP3AP2KB Kabupaten Bintan, Aupa Samake, mengatakan berdasarkan laporan yang mereka terima sampai September 2023 terdapat 33 kasus kekerasan anak. Angka ini telah menyamai angka kasus kekerasan anak di tahun 2022 yang hanya mencapai 33 kasus.

Padahal di tahun 2023 masih menyisakan waktu dua bulan. Dengan demikian jika dalam kurun waktu dua bulan ini masih ditemukan kekerasan anak maka angka kekerasan anak mengalami peningatan dari tahun 2022.

Penjelasan dari Aupa, rata-rata korban merupakan anak di bawah umur dengan pelaku orangtua anak sendiri atau orang terdekat.

“Kami sangat berharap para orangtua melakukan kegiatan positif bersama anak untuk menghindari kekerasan anak ini,” ujar Aupa, Kamis (19/10).

Aupa mengatakan DP3AP2KB sejauh ini telah melakukan pendampingan terhadap kasus kekerasan anak. Dari sekian banyak kasus yang mereka dampingi, terdapat 25 kasus yang sudah mereka tangani dan sampai proses persidangan. Sementara sisanya masih dalam proses menuju persidangan.

Untuk tahun ini kasus kekerasan anak yang paling banyak mereka dampingi berada di wilayah Kecamatan Seri Koala Lobam.

Terdapat angka sepuluh persen kasus kekerasan anak yang mereka dampingi di wilayah tersebut. Hal itu berbeda dari tahun 2022 yang mana angka kekerasan anak lebih banyak ditemui di Kecamatan Bintan Timur.

Aupa juga berharap kasus kekerasan anak ini jangan sampai terulang lagi di semua keluarga.

“Sangat diperlukan ada aktivitas bersama yang tujuannya positif bersama keluarga. Orangtua juga diminta jangan sampai tidak memiliki aktivitas sehingga hanya bisa berdiam di rumah saja. Hal itu dikhawatirkan akan membuat emosi gampang naik sehingga bisa berimbas terhadap anak. mari kita bersama-sama menjaga dan mengindari kekerasan dalam rumah tangga,”ujar Aupa.

penulis : beritaibukota.com

editor    : redaksi

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses