Sabtu, Mei 30, 2026
BerandaTanjungpinangDibuka Wali Kota 11 Tim Parsahutaon Ikuti Turnamen Futsal RBB Tanjungpinang

Dibuka Wali Kota 11 Tim Parsahutaon Ikuti Turnamen Futsal RBB Tanjungpinang

Beritaibukota.com,TANJUNGPINANG – Rumpun Batak Bersatu (RBB) Tanjungpinang mempererat tali persaudaraan antar perkumpulan parsahutaon paguyuban Batak se Tanjungpinang lewat turnamen futsal.

Turnamen yang diikuti 11 tim parsahutaon ini akan berlangsung empat hari mulai 16,17,23 dan 24 Juli. Wali Kota Tanjungpinang, Rahma membuka langsung turnamen futsal ini ditandai dengan penendangan bola pertama di lapangan futsal Wong Solo, Sabtu (16/7).

Rahma sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan RBB Tanjungpinang. “RBB sudah membuktikan pembinaan untuk pemuda pemudi warga Batak. Ini kerja keras warga RBB di Tanjungpinang, ” kata Rahma.

Rahma juga mengatakan kegiatan futsal yang dilaksanakan RBB sangat baik dan positif. Apalagi wabah covid yang melanda hampir tiga tahun membuat segala kegiatan vakum.

Pertandingan futsal ini juga menjadi sarana untuk menyatukan kembali kebersamaan yang selama ini tidak bisa berkumpul.

Tak lupa Rahma juga berharap kepada warga RBB dibTanjungpinang untuk sama-sama membangun kota Tanjungpinang.

Sementara itu Ketua RBB Tanjungpinang, Antoni Simatupang mengatakan kegiatan yang digelar RBB bertujuan menyatukan lintas umur.

“Ini gabungan semua kalangan. Kita harapkan ada satu kebersamaan. Kita makin kompak,” katanya.

Antoni mengatakan banyak manfaat turnamen ini. Selain untuk pembinaan generasi muda, juga menyehatkan tubuh. Karena olahraga merupakan bagian yang tidak terpisahkan agar tubuh tetap prima dan sehat.

“Satu lagi, turnamen ini sekaligus ajang silaturahmi kita. Di sinilah kita bisa saling mengenal antara Parsahutaon (kumpulan) yang satu dengan Parsahutaon lainnya,” ucapnya.

Selain itu, Anthony juga mengingatkan
Kepada kalangan yang sudah berumur, agar jangan memaksakan diri. Ingat usia.

Terpenting, jadikan ajang ini untuk olahraga santai. Jangan sampai mencelakai diri sendiri karena faktor stamina.

Antoni juga sempat menyampaikan bahwa RBB ini menaungi 5 Puak Batak yakni, Batak Toba, Batak Karo, Batak Simalungun, Batak Pakpak Dairi dan Batak Tapsel.

“Hadir juga saat ini para ketua Puak. Penasehat dan juga beberapa ketua Parsahutaon. Terimakasih telah menyediakan waktu untuk hadir,” ucapnya.

Pensiunan ASN ini menambahkan, saat ini ada 29 Parsahutaon warga Batak di Tanjungpinang.

Jumlah masyarakat Batak di Tanjungpinang terus bertambah dan memiliki potensi yang besar ikut serta dalam membangun kota ini bersama pemerintah dan paguyuban lainnya.

Ia pun menuturkan melalui RBB, menjadi rumah bagi berbagai pihak Batak yang terdiri dari berbagai agama.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kepri M Ikhsan meminta, peserta menjujung sportivitas.

Salah satun terpenting dalam olahraga ini adalah dengan diturunkannya wasit yang berlisensi.

“Jika wasitnya sudah berlisensi, maka mereka akan adil. Inilah yang dibutuhkan semua pemain,” ucapnya.

Selama pandemi hampir semua cabang olahraga ditiadakan agar tidak mengumpulkan warga termasuk futsal. Kini, pandemi sudah menurun dan momen ini langsung dimanfaatkan RBB.

“Saya kira, RBB lah yang pertama mengadakan turnamen futsal seperti ini pasca melandainya pandemi. Ini patut kita apresiasi,” ucapnya lagi.

Ikhsan juga meminta semua pemain agar menjungjung tinggi sportivitas selama pertandingan berlangsung. Ciptakan pertandingan yang adil dan menyenangkan.

“Senggol-senggol sedikit tak apalah. Tapi jangan main kasar. Apalagi kita semua masih satu rumpun dan ini merupakan pertandingan persahabatan juga,” pesannya.

Pada kesempatan itu, kata Ikhsan, Gubernur Kepri H Ansar Ahmad harus menyampaikan permohonan maafnya.

Awalnya, berencana akan datang namun karena Wakil Menteri Pertanahan berkunjung ke Kepri, akhirnya Ansar tidak bisa hadir.

Sebelum menutup sambutannya, M Ikhsan mengaku bangga dengan semangat paguyuban Batak yang sudah rindu dengan olahraga tersebut. “Ini sudah dinanti-nantikan banyak orang,” tuturnya.

Bersasar Simanjuntak, Ketua Panitia Turnamen dalam laporannya mengatakan, pertandingan berlangsung selama empat hari.

Mulai, Sabtu (16/7), Minggu (17/7) dan Sabtu (23/7) hingga penutupan Minggu (24/7/2022).

“Kegiatan ini kita selenggarakan selama empat hari yakni Sabtu dan Minggu. Adapun biayanya murni dari kas RBB,” jelasnya.

Adapun jumlah tim yang ikut yakni 11. Harusnya jika semua ikut, maka jumlah tim 29. Namun, 18 parsahutaon tidak mengikuti turnamen tersebut.

Adapun hadiah yang disiapkan panitia yakni, Juara 1: Rp2 juta. Juara 2 Rp1,5 juta. Juara 3 Rp1 juta. Juara Harapan 1 Rp500 ribu. Top scrorer (top skor) Rp250 ribu dan Best player (pemain terbaik) Rp250 ribu.

Tim ini merupakan utusan dari Serikat Tolong Menolong (STM) atau Parsahutaon masyarakat Batak yang ada di Kota Tanjungpinang.

Sebelumnya, salah satu ketua Parsahutaon mengatakan, pihaknya tidak mengikuti turnamen tersebut lantaran terbentur biaya. Sebab, mereka harus latihan, membeli kostum, sepatu, air minum, dan lainnya.

Hadir juga saat itu sejumlah tokoh Batak yang menjabat di berbagai instansi pemerintahan di Tanjungpinang seperti, Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kepri Mangara Simarmata.

Kasrem 033 WP/Kepri, Kol Infantri Tagor Rio Pasaribu SE, Kapolres Tanjungpinang diwakili Kasat Reskrim AKP Awal Sya’ban Harahap, dan Ipda Wira Pratama, Kadispora Tanjungpinang, Efendi.

Kemudian hadir juga masyarakat Batak dari berbagai Parsahutaon baik itu official tim, keluarga dan pendukung.

Penulis : Rinto

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses