Catatan kecil,
✍️ Febry et Scientia
Beritaibukota.com, – Kita pasti sudah pernah dan sering mendengar kutipan Latin terkenal _Cogito ergo Sum_, dari Rene Descartes, seorang filsuf Prancis abad ke-17. Namun, banyak yang lupa bahkan dapat dikatakan jadi salah kaprah karena ada kata yang hilang dari adagium Latin tersebut.
Kutipan lengkap filsuf tersebut sebenarnya: “Dubito, ergo cogito, ergo sum.” Artinya, “Aku meragukan, maka aku berpikir, maka aku ada.”
Justru kata yg hilang yakni “dubito” atau “meragukan” itu yang paling penting.
Keraguan adalah sebuah proses penting dari lahirnya sebuah pemikiran hingga kebenaran.
Proses keraguan ini adalah langkah pertama dalam metode skeptisisme radikal yang digunakan Descartes untuk menemukan kebenaran yang pasti.
Pikiran kritis dimulai dari keraguan akan suatu hal. Keraguan yang ada akan menuntut kita untuk berpikir lebih logis, objektif, dan berdasarkan fakta yang ada.
Mengapa berpikir kritis penting pada masa kini? Berpikir kritis mampu menghindarkan kita dari hoaks yang beredar.
Kutipan “Dubito, ergo cogito, ergo sum” tetap relevan dalam konteks modern, terutama dalam era teknologi dan informasi di mana data dan bukti empiris menjadi sangat penting. Pemikiran kritis dan kesadaran diri tetap menjadi fondasi dari pengambilan keputusan yang bijak dan pengetahuan yang mendalam. ***



