Jumat, Mei 1, 2026
BerandaTanjungpinangKecewa pada Pengelolaan CSR BRK Syariah, Puluhan Mahasiswa Gelar Aksi Tuntut Transparansi...

Kecewa pada Pengelolaan CSR BRK Syariah, Puluhan Mahasiswa Gelar Aksi Tuntut Transparansi CSR

Beritaibukota.com,TANJUNGPINANG – Puluhan mahasiswa dari berbagai organisasi, yakni Gerakan Aksi Mahasiswa (GAM) Kepulauan Riau, Himpunan Mahasiswa Melayu Raya (Himaraya), dan Jaringan Pengawas Kebijakan Pemerintah (JPKP) Kepri, menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Bank Riau Kepri (BRK) Syariah di Jalan Teuku Umar, Tanjungpinang, Kamis (14/11/2024).

Dalam aksi tersebut, mereka menuntut transparansi pengelolaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dan beasiswa yang dinilai tidak pernah sampai kepada mahasiswa di Kepri.

Para mahasiswa yang mengenakan kaus hitam dan membawa spanduk bertuliskan “GAM Kepri Meminta Bank Riau Angkat Kaki,” dengan lantang menyuarakan kekecewaan mereka terhadap BRK Syariah yang dinilai tidak transparan dalam pengalokasian dana CSR.

Adiya, koordinator lapangan aksi, menyampaikan bahwa selama ini dana CSR BRK Syariah tidak jelas alokasinya dan tidak dirasakan manfaatnya oleh mahasiswa setempat.

“Kami meminta BRK Syariah terbuka dan transparan terhadap dana CSR yang selama ini tidak jelas alokasinya,” tegas Adiya dalam orasinya.

Ia juga menambahkan bahwa dana CSR yang seharusnya dialokasikan untuk pendidikan, seperti beasiswa atau pelatihan, tidak pernah dirasakan manfaatnya oleh mahasiswa di Kepulauan Riau.

“Ada sekitar 5 miliar rupiah dana pendidikan dari CSR, tapi hingga kini kami, mahasiswa di Kepulauan Riau, belum pernah merasakannya,” ujarnya.

Sementara itu, Bimantara Putra, salah satu perwakilan mahasiswa, mengungkapkan kekecewaannya terhadap respons BRK Syariah yang menolak permohonan beasiswa mahasiswa tanpa alasan yang jelas.

“BRK Syariah telah menunjukkan sikap yang tidak peduli pada kebutuhan mahasiswa Kepri. Kami mengajukan beasiswa, tapi ditolak tanpa alasan jelas,” serunya.

Lebih lanjut, mahasiswa juga mendesak agar BRK Syariah angkat kaki dari Kepulauan Riau jika tidak mampu memberikan kontribusi yang nyata bagi masyarakat, khususnya mahasiswa. Mereka meminta Pemerintah Daerah Kepulauan Riau untuk mempertimbangkan pembentukan bank daerah yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kepri, yang dinilai akan lebih peka terhadap kebutuhan masyarakat lokal.

Isu transparansi dalam pengelolaan dana CSR menjadi sorotan utama dalam aksi ini, di mana para mahasiswa menilai BRK Syariah lebih mementingkan keuntungan tanpa memperhatikan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Aksi ini berlangsung damai dengan pengamanan ketat dari pihak kepolisian. Hingga berita ini diturunkan, pihak BRK Syariah belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan yang disampaikan mahasiswa tersebut.

penulis : beritaibukota.com

editor   : redaksi

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses