Beritaibukota.com,KEPRI – Rencana Pemerintah Kota Batam untuk mengimpor ikan jenis Benggol dan Mata Besar ke Batam saat ini dinilai belum terlalu perlu. Ketua Komisi II DPRD Kepri Wahyu Wahyudin mengatakan persediaan ikan tersebut masih memadai sehingga Pemko Batam diminta untuk menghentikan rencana tersebut.
“Sangat disayangkan adanya rencana Pemerintah Kota Batam untuk mengimpor ikan jenis Benggol dan Mata Besar ke Batam. Dari hasil sidak kami ke gudang ikan, masih banyak stok ikan itu di gudang,” kata Wahyu, Selasa (21/2).
Wahyu mempertanyakan keinginan Pemko Batam yang ingin mengekspor ikan Benggol dan Mata Besar padahal stok masih banyak. Rencana Pemko Batam yang ingin mendatangkan ikan tersebut dari luar dinilai juga akan bisa berpengaruh terhadap nelayan lokal.
“Seharusnya pemerintah menjaga stabilitas harga dengan tidak melakukan impor sebab akan berimbas ke nelayan lokal,” jelas Wahyu
Menurutnya, ikan yang ada saat ini adalah ikan hasil tangkapan para nelayan di Laut Natuna. Kemudian ikan tersebut dibawa ke sejumlah penampungan. Salah satunya di Jembatan 2 Barelang.
Dilansir dari hmstime.com Pemerintah Kota (Pemko) Batam, berencana membuka keran impor untuk dua jenis ikan yakni ikan benggol dan ikan mata besar, yang notabene sering dikonsumsi oleh masyarakat Batam.
Pemko Batam mewacanakan impor kedua jenis ikan itu dengan harapan dapat mengatasi potensi kelangkaan komoditi ikan di pasar.
“Ada potensi kelangkaan ikan saat ini. Diakibatkan terganggunya pasokan akibat cuaca ekstrem,” ungkap Kepala Disperindag Batam, Gustian Riau, Senin (20/02).
Penulis : beritaibukota.com
editor : redaksi



