Beritaibukota.com,TANJUNGPINANG – Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang memberikan bantuan paket sembako kepada 1.190 keluarga penerima manfaat (KPM) sebagai upaya meringankan beban masyarakat kurang mampu dalam menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1446 H.
Bantuan tersebut terdiri dari 5 kilogram beras, 1 kilogram gula pasir, 1 kilogram tepung terigu, 1 liter minyak goreng, dan 200 gram mentega.
Penyaluran bantuan diawali di Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kamis (20/3) oleh Wakil Wali Kota Tanjungpinang, H. Raja Ariza.
Raja Ariza menyampaikan harapannya agar bantuan ini dapat meringankan beban keluarga kurang mampu, terutama di tengah kondisi perekonomian daerah yang masih terdampak defisit anggaran.
“Semoga bantuan ini bermanfaat bagi keluarga yang menerima. Kita masih dalam kondisi yang memprihatinkan, dan bantuan ini merupakan salah satu bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat,” ujar Raja Ariza saat menyerahkan paket sembako secara simbolis di aula Kantor Camat Tanjungpinang Kota.
Bantuan ini disalurkan kepada KPM yang berasal dari data kemiskinan ekstrem Desil 1 dan Desil 2, yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kota Tanjungpinang. Penyaluran dilakukan secara serentak di empat kecamatan pada hari yang sama.
Raja Ariza juga menyampaikan bahwa dirinya dan Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, baru efektif bekerja selama 20 hari sejak kembali dari program Retret di Magelang. Pasca-retret, keduanya langsung menggelar rapat maraton bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemko Tanjungpinang untuk membahas berbagai permasalahan internal, termasuk defisit anggaran yang mencapai sekitar Rp 281 miliar.
“Bersama Pak Lis, kami perlahan mengurai permasalahan yang ada di internal setiap OPD. Terima kasih atas dukungannya, kami mengharapkan doa dan partisipasi masyarakat untuk bersama-sama membangun daerah,” ungkap Raja Ariza.
Defisit anggaran tersebut memengaruhi pelaksanaan program dan rencana kerja visi “Tanjungpinang Berbenah”. Beberapa fokus pembenahan internal meliputi program kerja yang tidak efektif dan efisien, SDM aparatur, permasalahan tunda bayar, serta pengelolaan aset.
penulis : beritaibukota.com
editor : redaksi



