Beritaibukota.com,TANJUNGPINANG – Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, menjadi narasumber dalam program Dialog Tanjungpinang Pagi yang disiarkan langsung dari Kantor RRI Pro 1 Tanjungpinang di Jalan Jenderal Ahmad Yani Km 4, Rabu pagi (4/6).
Mengangkat tema “Untuk Pelayanan Publik yang Lebih Baik”, dialog ini membahas sejumlah program prioritas Lis-Raja menjelang 100 hari kerja pemerintahan mereka.
Fokus Utama: Reformasi Layanan Publik dan Ekonomi Daerah
Lis Darmansyah menegaskan bahwa program 100 hari kerja tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, melainkan menyasar langsung permasalahan mendasar dalam pelayanan publik dan hambatan ekonomi.
“Program 100 hari ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tapi fokus pada penyelesaian persoalan yang selama ini menghambat pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Lis.
Layanan Kesehatan Gratis dan Percepatan Perizinan
Memasuki hari ke-55 masa kerja, Lis mengungkapkan bahwa sektor kesehatan menjadi prioritas utama. Pemko Tanjungpinang telah meluncurkan program pengobatan gratis di seluruh puskesmas selama satu tahun sebagai bagian dari peningkatan pelayanan dasar.
Di bidang perizinan, Lis menyebutkan bahwa proses seperti Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), hingga penyelesaian sengketa lahan kini dipercepat.
“Kalau tidak ada masalah hukum, PBG bisa selesai maksimal dalam seminggu,” jelasnya.
Inovasi Digital untuk Pelayanan Pajak
Dalam upaya digitalisasi pelayanan publik, Pemko tengah mengembangkan sistem pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) berbasis barcode, yang memungkinkan masyarakat melakukan pembayaran secara mobile tanpa antre.
“Kita ingin pelayanan publik semudah mungkin. Masyarakat tidak boleh dipersulit,” tegas Lis.
Penertiban Menara Telekomunikasi Tak Berizin
Wali Kota juga menyoroti masalah menara provider telekomunikasi ilegal. Dari total 258 menara di Kota Tanjungpinang, hanya 71 yang memiliki izin resmi.
“Kami akan melakukan pendataan ulang dan penertiban sesuai regulasi. Ini komitmen kami,” ujarnya.
Peningkatan Infrastruktur dan Program Pendidikan
Dalam bidang infrastruktur, Pemko telah melakukan perbaikan jalan, termasuk di sekitar kantor Dinas Perhubungan. Sementara di sektor pendidikan, pemerintah menyalurkan seragam gratis dan LKS untuk siswa kelas 5 hingga 9.
Lis juga menekankan penguatan pendidikan karakter dan agama melalui program wajib mengaji. Kini, siswa yang masuk jenjang SD dan SMP diwajibkan memiliki sertifikat mengaji sebagai syarat pendaftaran.
“Kita ingin mencetak generasi Qurani yang tidak hanya bisa membaca, tapi juga berakhlak mulia,” kata Lis.
Terbuka terhadap Kritik dan Partisipasi Publik
Menutup dialog, Lis Darmansyah menyatakan komitmennya terhadap transparansi dan akuntabilitas pemerintahan, serta menyambut kritik dari masyarakat.
“Saya tidak takut dikritik. Yang saya takutkan adalah ketika saya tidak mampu menjalankan amanah ini dengan baik,” tandasnya.
Dialog ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Kominfo Kota Tanjungpinang, Teguh Susanto, dan disiarkan secara interaktif dengan menjawab pertanyaan dari pendengar melalui sambungan telepon.
penulis : beritaibukota.com
editor : redaksi



