Selasa, April 21, 2026
BerandaTanjungpinangKritik 100 Hari Lis - Raja Tanpa Data dan Menyesatkan

Kritik 100 Hari Lis – Raja Tanpa Data dan Menyesatkan

Beritaibukota.com,TANJUNGPINANG – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang, Teguh Susanto, menegaskan bahwa Pemerintah Kota Tanjungpinang terbuka terhadap kritik, selama disampaikan secara konstruktif. Kritik, menurutnya, adalah bagian penting dari proses evaluasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Kami tidak alergi terhadap kritik. Tapi harus dibedakan dengan hujatan. Kritik memberi masukan untuk perbaikan, sementara hujatan hanya berisi ejekan atau justifikasi negatif,” ujarnya, Minggu (31/5/2025).

Soal 100 Hari Lis–Raja: Kritik Tanpa Data, Judul Tidak Sesuai Isi

Teguh menanggapi salah satu artikel media online yang menyebut dalam 100 hari kerja pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Lis Darmansyah – Raja Ariza, belum ada satu pun program yang terealisasi. Menurutnya, pernyataan tersebut tidak berdasar, karena tidak menjelaskan program mana yang dianggap gagal.

“Saya baca beritanya, tapi isinya justru memuat daftar program 100 hari Lis-Raja, bukan realisasi yang gagal. Padahal faktanya, mereka baru bekerja selama 53 hari. Bahkan jika sudah 100 hari pun, tidak bisa langsung dianggap gagal,” tegas Teguh.

Ia juga menyoroti ketidakakuratan kutipan pernyataan Wali Kota Lis Darmansyah, yang disebut dalam berita tersebut tanpa kejelasan sumber wawancara. Wali kota pun menyatakan tidak pernah diwawancara oleh media tersebut.

Klarifikasi Soal Pertumbuhan Ekonomi 3,7 Persen

Teguh turut menanggapi judul lain dari media yang sama, yang menyebut pertumbuhan ekonomi Tanjungpinang turun ke 3,7 persen sejak dipimpin Lis Darmansyah. Namun, isi berita justru mengutip langkah strategis Pemko dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Judul dan isi sangat bertolak belakang. Tidak adil menyalahkan kepala daerah baru yang bahkan belum dua bulan bekerja atas kondisi ekonomi yang kompleks,” kata Teguh.

Pemko Tetap Jalan di Tengah Defisit, Fokus pada Program Non-Fisik

Teguh mengungkapkan bahwa Wali Kota Lis dan Wakil Wali Kota Raja fokus menjalankan program 100 hari kerja non-fisik, karena kondisi anggaran daerah yang mengalami defisit. Beberapa program prioritas yang telah berjalan meliputi:

1. Sektor Komunikasi dan Informasi

Pembukaan layanan pengaduan masyarakat

Optimalisasi media sosial sebagai saluran komunikasi dua arah

Penyebaran informasi program pemerintah secara masif

2. Sektor Pendidikan

Program wajib mengaji

Penyusunan LKS digital

Penguatan literasi digital

3. Tata Kelola Pemerintahan

Pembuatan sistem pengaduan publik online

Pelatihan ASN

Peningkatan disiplin dan keterbukaan informasi

“Semua program itu dilaksanakan tanpa dukungan anggaran tambahan. Tidak mudah dalam kondisi defisit, tapi kami tetap bergerak. The show must go on,” ujar Teguh.

Teguh Ajak Media Bangun Opini Publik yang Sehat

Menutup pernyataannya, Teguh mengajak insan pers sebagai pilar keempat demokrasi untuk ikut serta membangun opini yang positif dan berimbang, demi kemajuan Kota Tanjungpinang.

“Kami terbuka pada kritik, tapi mari kita sama-sama menjaga agar kritik tetap proporsional dan mendidik masyarakat, bukan justru menyesatkan opini publik,” tutupnya.

penulis : beritaibukota.com

editor    : redaksi

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses