Beritaibukota.com,TANJUNGPINANG – Meski telah digalakkan oleh Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB), partisipasi warga dalam Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) Hari Ulang Tahun masih terbilang rendah.
Hingga Rabu (26/2), baru 144 warga yang mengikuti program ini, terdiri dari 3 bayi, 13 balita, 115 orang dewasa, dan 13 lanjut usia.
Kepala Dinkes PPKB Kota Tanjungpinang, Rustam, mengungkapkan bahwa rendahnya partisipasi ini disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah masih banyaknya warga yang belum mengetahui tentang program ini, termasuk manfaat dan cakupan pemeriksaannya. Selain itu, ada pula masyarakat yang belum menyadari bahwa PKG bisa diakses secara gratis, bahkan bagi mereka yang tidak memiliki BPJS Kesehatan.
“Masih banyak warga yang belum paham bahwa PKG ini tidak hanya sekadar cek tensi atau gula darah, tetapi juga bisa mendeteksi risiko penyakit serius seperti jantung, stroke, gangguan ginjal, kanker, hingga tuberkulosis. Ini adalah kesempatan emas untuk deteksi dini secara gratis,” jelas Rustam dalam Lokakarya Lintas Sektor Puskesmas Tanjung Unggat, Kamis (27/2/2025) dilansir dari laman Tanjungpinangkota.go.id.
Rustam menambahkan, rendahnya partisipasi juga dipengaruhi oleh kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin. “Banyak yang merasa sehat-sehat saja, sehingga enggan memeriksakan diri. Padahal, deteksi dini sangat penting untuk mencegah penyakit yang mungkin tidak menunjukkan gejala di awal,” ujarnya.
Untuk mengatasi hal ini, Dinkes PPKB Tanjungpinang terus melakukan sosialisasi secara masif melalui berbagai saluran.
Lokakarya yang digelar di Puskesmas Tanjung Unggat merupakan salah satu upaya untuk melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, instansi terkait, hingga organisasi kemasyarakatan, dalam menyebarluaskan informasi tentang PKG.
“Kami mengajak semua pihak, termasuk para kepala sekolah, ketua RW/RT, TP PKK, dan Posyandu, untuk turut serta mengedukasi warga di lingkungan masing-masing. Kesehatan adalah tanggung jawab bersama,” tegas Rustam.
Selain itu, Dinkes PPKB juga berencana memanfaatkan media sosial dan platform digital untuk menjangkau kalangan muda dan masyarakat urban yang mungkin lebih aktif di dunia maya. “Kami akan terus berinovasi dalam menyampaikan informasi agar lebih menarik dan mudah dipahami,” tambahnya.
Meski partisipasi masih rendah, Rustam optimistis bahwa dengan upaya kolaboratif dan sosialisasi yang gencar, jumlah peserta PKG akan meningkat signifikan dalam waktu dekat. “Kami yakin, jika masyarakat sudah paham betul manfaatnya, mereka akan antusias mengikuti program ini. Ini demi kesehatan mereka sendiri dan keluarga,” pungkasnya.
Dengan semangat gotong royong, Rustam berharap PKG Hari Ulang Tahun dapat menjadi langkah awal menuju masyarakat yang lebih sehat, sadar akan pentingnya deteksi dini, dan terhindar dari penyakit-penyakit berat di masa depan.
Penulis : beritaibukota.com
editor : redaksi



