Beritaibukota.com,TANJUNGPINANG – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang menginisiasi dan memfasilitasi pertemuan lintas fasilitas kesehatan untuk meningkatkan sistem rujukan gawat darurat. Langkah ini diambil menyusul insiden meninggalnya seorang pasien anak di RSUP yang diduga akibat keterlambatan rujukan.
Pertemuan yang digelar di ruang rapat kantor Dinkes Tanjungpinang, Kamis (6/3) dipimpin Kepala Dinkes PPKB Tanjungpinang, Rustam dan dihadiri oleh perwakilan berbagai rumah sakit serta Puskesmas di Kota Tanjungpinang. Mereka sepakat mempercepat dan menyederhanakan prosedur rujukan agar kasus serupa tidak terulang.
Rustam menegaskan bahwa ada tiga hal utama yang disepakati dalam pertemuan tersebut guna memperkuat sistem rujukan gawat darurat:
Pembentukan Call Center dan Grup WhatsApp
Seluruh rumah sakit dan Puskesmas akan terhubung dalam satu jalur komunikasi cepat melalui call center dan grup WhatsApp.
Masing-masing rumah sakit akan menunjuk operator khusus di IGD untuk memastikan setiap panggilan atau pesan rujukan langsung direspons.
Digitalisasi Rekam Medis Pasien
Dokter Puskesmas dapat mengirimkan SOAP (rekam medis) pasien melalui WhatsApp.
Jika dalam waktu 10 menit tidak ada respons dari rumah sakit rujukan, Puskesmas dapat langsung menerbitkan surat rujukan tanpa konfirmasi, dilengkapi informed consent dari keluarga pasien.
Kesepakatan Bersama untuk Pelaksanaan Sistem Baru
Semua pihak yang berkompeten telah menandatangani kesepakatan untuk memastikan sistem ini berjalan efektif dan tidak ada lagi hambatan administratif yang dapat mengancam keselamatan pasien.
Respons terhadap Kasus Pasien Anak di RSUP
Langkah ini diambil setelah insiden tragis yang terjadi beberapa hari sebelumnya, di mana seorang pasien anak meninggal dunia di RSUP. Dugaan sementara menyebutkan bahwa keterlambatan rujukan menjadi salah satu faktor yang memperburuk kondisi pasien.
“Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi kita semua. Kami berharap dengan sistem baru ini, tidak ada lagi pasien yang terlambat mendapatkan perawatan hanya karena kendala administrasi atau komunikasi,” ujar Rustam, Kamis (6/3) petang.
Dengan adanya sistem rujukan yang lebih cepat, tepat, dan terintegrasi, Dinkes Tanjungpinang berharap dapat meningkatkan pelayanan kesehatan serta mencegah terulangnya kasus serupa di masa mendatang.
penulis : beritaibukota.com
editor : redaksi



